DetikNews
Sabtu 11 Mei 2019, 13:21 WIB

Keseruan Pemuda Probolinggo Ngabuburit Sembari Belajar Pencak Silat

M Rofiq - detikNews
Keseruan Pemuda Probolinggo Ngabuburit Sembari Belajar Pencak Silat Para pemuda ini ngabuburit dengan berlatih pencak silat/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Mengisi waktu luang saat puasa bisa dilakukan dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan berlatih seni pencak silat GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia).

Seperti yang dilakukan para pendekar muda, di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Guna mempopulerkan seni pencak silat GASMI, mereka tetap berlatih mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB, meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Beragam jurus mereka tunjukkan seperti pukulan, tendangan, sapuan hingga bantingan. Semuanya sengaja mereka asah, agar seni pencak silat GASMI semakin berkembang dan juara saat ada pertandingan.

Pencak Silat GASMI awalnya berasal dari daerah Kediri, Jawa Timur sekitar tahun 1915. Dinamakan GASMI atau Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia, lantaran awal berdirinya di lingkungan pesantren.

GASMI didirikan oleh KH Manaf Abdul Karim, yang merupakan salah seorang tokoh ulama, dari terbentuknya Pondok Pesantren Lirboyo-Kediri. Dan era 60 an dipopulerkan oleh seorang santri berjuluk sirambut api atau juga disebut si-santri gondrong.


Santri dimaksud yakni, KH Abdullah Maksum Jauhari yang akrab disapa Gus Maksum Jauhari. Di Probolinggo, Pencak Silat GASMI baru berdiri sekitar 20 Februari 2019. Dan sosok pendekar, yang rela meluangkan waktunya untuk membagikan ilmu dan keahliannya dalam Pencak Silat GASMI kepada masyarakat yakni, Briptu Doni Eka Pranata.

Pemuda berusia 28 tahun tersebut, merupakan anggota Polri muda yang bertugas di Satlantas Polres Probolinggo Kota.

Briptu Doni mengaku, sengaja mempopulerkan dan mengembangkan Pencak Silat GASMI di Probolinggo, karena merupakan bagian seni bela diri tradisional yang berasal dari Jawa Timur.

Harapannya, k edepan anak didiknya bisa menorehkan segudang prestasi baik dikancah lokal maupun nasional. Dikatakan Doni, meski baru seumur jagung ia bersyukur muridnya Burhanuddin (19) sudah menorehkan prestasi, di Ajang Bhayangkara Fung Fight Kick Boxing 2019 di Jember.

"Alhamdulillah meski masih baru disini, tapi sudah bisa mengukir prestasi. Semoga kedepan semakin lebih baik, dan banyak pemuda yang bergabung," harapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (11/5/2019).


Dia menjelaskan latihan Pencak Silat GASMI ini biasanya digelar tiap hari Jumat dan Minggu.

Sementara Riska, salah seorang pendekar muda perempuan, mengaku suka belajar pencak silat GASMI. Meski menguras banyak tenaga dan merasakan sakit di tubuhnya, karena pukulan saat berlatih. Hal itu menjadikannya merasa semakin kuat, dan tangguh utamanya sebagai anak perempuan.

"Sebenernya capek, kadang badan sakit-sakit saat bertanding dengan teman. Tapi bagusnya bisa membuat diri semakin percaya diri, dan tangguh," ungkapnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed