detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 15:11 WIB

Ketua KPPS di Magetan Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat Usai Pemilu

Sugeng Harianto - detikNews
Ketua KPPS di Magetan Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat Usai Pemilu Sarmini menunjukkan foto suaminya yang meninggal (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan - Seorang petugas pemilu di Magetan kembali ada yang meninggal. H.Radi Boniran (64), warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran Meninggal dalam perawatan di RSUD Soedono Kota Madiun.

"Meninggalnya nya kemarin pagi sekitar pukul 03.45 WIB dalam perawatan di RSUD Soedono Kota Madiun," ujar Rinda, anggota PPK kecamatan Takeran saat dihubungi detikcom Rabu (9/5/2019).

Rinda mengatakan Radi merupakan perangkat desa (modin) yang juga menjadi ketua KPPS di TPS 5 Desa Kepuhrejo. Meninggalnya Radi, lanjut Rinda, setelah menjalani perawatan dengan kondisi hemoglobin (HB) menurun.

"Sakitnya dari keterangan keluarga bilang kalau HB-nya rendah. HB nya turun sampai mencapai angka dua," katanya.

Sementara Ketua KPUD Magetan Popy M Putranto membenarkan ada petugas pemilu yang meninggal. Hingga saat ini jumlah petugas pemilu yang meninggal dunia di Magetan ada dua orang.

"Betul ada laporan tadi ketua KPPS di Kecamatan Takeran Meninggal. Hingga saat ini sudah ada dua petugas pemilu yang meninggal," kata Popy.


Sarmini (53), istri almarhum mengaku bahwa suaminya dua kali masuk RS. Pertama masuk RSI Kota Madiun pada 20 April atau tiga hari pasca pencoblosan. Di RSI, lanjut Sarmini, almarhum dirawat selama 11 hari dan pulang 1 Mei.

"Kalau mulai masuk rumah sakit yang kedua kemarin di Soedono Madiun. Mulai Rabu malam (8/5) dan Kamis (9/5) sudah tidak mau makan. Sebelumnya lemas badan masuk rumah sakit Islam itu. Dirawat selama 11 hari kemudian pulang tanggal 1 Mei," ujar Sarmini kepada detikcom.

Sarmini bercerita pulangnya suami dari RSI itu atas permintaan almarhum yang mengaku capek selama di rumah sakit. Selama sepekan di rumah, kondisi almarhum tidak membaik sehingga kembali dibawa ke RSI, namun karena penuh, maka keluarga membawanya ke RSUD dr Soedono.

"Awalnya saat di RSI iya (almarhum) terus minta pulang. Belum normal itu sudah minta pulang aja bapaknya, kemarin ngedrop lagi terus masuk RSI. Karena kamarnya penuh terus dirujuk oleh dokter ke rumah sakit Soedono itu cuma semalam saja mulai Rabu malam dan Kamis pagi (9/5) pukul 3.45 WIB sudah tidak ada (meninggal),"kenangnya.

"Di RSUD belum dapat dokter khusus dan baru dokter jaga saja. Waktu di RSI ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Agus. Katanya ada infeksi di pencernaan juga karena makannya kurang. Darahnya sudah habis darah 11 kantong itu aja HBnya belum normal, baru 6,6," tambah Sarmini.

Dia menambahkan saat bertugas di TPS, suaminya sudah mengeluh kurang enak badan. Saat itu Radi mengeluh kurang nafsu makan dan badan lemas. Disebutkan Sarmini, suaminya selama ini memiliki riwayat penyakit asam urat yang ditandai dengan ngilu di kaki.


"Saat pencoblosan sudah ngeluh badan lemes dan saat selesai rekapitulasi tanggal 19 April dini hari pulang sudah sakit. Baru tanggal 20 saya bawa ke RSI," imbuhnya.

Sementara itu pihak RSUD dr Soedono Madiun saat dikonfirmasi detikcom justru seolah saling lempar tanggung jawab. "Mohon maaf, yang bersangkutan wafat di RSI Madiun dan saya tidk punya datanya," ujar Dirut RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka dalam pesan WhatsApp.

Hal senada juga diungkapkan Ayu, Humas RSUD dr Soedono yang membantah merawat pasien meninggal atas nama Radi Boniran. "Ini sudah dicek di data ruang jenazah mulai tanggal 7-9 Mei tidak ada nama pasien tersebut," ujar Ayu.

Sebelumnya Isran (61), anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) warga Desa Sumberejo Kecamatan Maospati, juga meninggal Senin (22/4). Isran diduga meninggal karena kelelahan bertugas sebelum pencoblosan. Korban sudah melakukan penghitungan suara baik di TPS dan PPK dua kali, mulai pagi hingga pagi lagi.



Simak Juga 'Menkes Ungkap Penyebab Kematian Ratusan Petugas KPPS':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com