DetikNews
Kamis 09 Mei 2019, 16:29 WIB

Bupati Malang Nonaktif Rendra Kresna Divonis 6 Tahun Penjara

Suparno - detikNews
Bupati Malang Nonaktif Rendra Kresna Divonis 6 Tahun Penjara Bupati Malang nonaktif Rendra Kresna (kedua dari kiri)/Foto: Suparno
Sidoarjo - Bupati Malang nonaktif Rendra Kresna divonis 6 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Rendra menjadi terdakwa karena terlibat kasus suap Rp 7,5 miliar.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Agus Hamzah. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang bertugas yakni Mufti Nur Irawan.

Majelis hakim mengatakan, terdakwa Rendra melanggar Pasal 12 huruf B UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Menyatakan terdakwa Rendra Kresna divonis enam tahun penjara. Serta denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara," kata Agus Hamzah saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Kamis (9/5/2019).


Selain itu, hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 4,075 miliar. Vonis tersebut lebih ringan jika dibandingkan tuntutan JPU sebelumnya, yakni 8 tahun penjara.

"Bila mana terdakwa tak dapat membayar uang pengganti, maka harta bendanya akan disita untuk membayar uang pengganti. Namun apabila harta bendanya tak mencukupi membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun," imbuh Agus.

Hakim memberikan kesempatan Rendra untuk berunding dengan kuasa hukumnya. Kemudian Rendra memutuskan pikir-pikir terlebih dahulu mengenai vonis tersebut.

"Setelah saya berunding dengan pengacara, maka saya menyatakan masih pikir-pikir dengan vonis tersebut," kata Rendra kepada hakim.


Usai persidangan, Rendra Kresna tidak berkomentar banyak kepada wartawan. "Saya masih pikir pikir. Saya akan mempelajari vonis tersebut bersama kuasa hukum saya," pungkasnya.

Kasus suap yang menjerat Rendra bermula saat terdakwa bersama dengan para pengusaha yang tergabung dalam tim sukses melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha sepakat menyumbangkan dana dengan jumlah yang bervariasi. Terdakwa berjanji akan mengembalikan uang itu melalui proyek yang nantinya akan diatur.

Beberapa hari setelah dilantik, Bupati Rendra menepati janjinya. Ia pun mengumpulkan Kabag Lelang dan kepala dinas lainnya. Ia memerintahkan agar proyek lelang disetting sedemikian rupa, sehingga dapat dimenangkan oleh tim suksesnya.

Setelah itu, pertemuan-pertemuan berkelanjutan antara tim sukses Bupati Rendra bersama dengan para kepala dinas terus dilakukan. Bahkan, telah diatur pula tim hacker khusus yang nantinya berperan untuk memenangkan proyek pada perusahaan milik dari para tim sukses Bupati Rendra.


Bupati Malang Rendra Kresna Ditahan KPK!:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed