DetikNews
Kamis 09 Mei 2019, 13:15 WIB

Harga Bumbu Dapur dan Ayam di Kota Mojokerto Kembali Naik, Ini Penyebabnya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Harga Bumbu Dapur dan Ayam di Kota Mojokerto Kembali Naik, Ini Penyebabnya Padagang cabai di Pasar Kota Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Harga sejumlah bumbu dapur di Kota Mojokerto naik secara bertahap pada pekan pertama Ramadhan. Kenaikan harga juga terjadi pada ayam broiler (ayam potong). Tersendatnya pasokan menjadi salah satu penyebabnya.

Seperti yang terjadi di pasar Tanjung Anyar, Jalan Residen Pamudji, Kota Mojokerto. Salah seorang pedagang Bagus Saputra (29) mengatakan, sebelum Ramadhan, harga daging ayam broiler Rp 30 ribu/Kg. Kenaikan signifikan terjadi pada H-1 puasa, yaitu mencapai Rp 36 ribu/Kg.

"Sudah dua hari ini bertahan di harga Rp 33 ribu per kilogram," kata Bagus kepada detikcom di lapak miliknya, Kamis (9/5/2019).


Melonjaknya harga daging ayam broiler juga dibenarkan Dwi Riyaningsih (47), pedagang lainnya di Pasar Tanjung Anyar. Perempuan yang sudah 20 tahun berdagang ayam potong ini menuturkan, kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak H-1 Ramadhan.

"Sebelum puasa harganya masih Rp 30 ribu sekilo, awal puasa Rp 35 ribu sekilo, dua hari ini stabil di harga Rp 34 ribu sekilo," ujarnya.

Menurut Dwi, kenaikan harga itu terjadi akibat ulah para suplier. Para pemasok menaikkan harga ayam broiler hidup secara bertahap sejak mendekati bulan puasa. Dari Rp 18 ribu/Kg, kini menjadi Rp 22 ribu/Kg. Ayam potong tersebut pasokan dari Nganjuk dan Blitar.

"Harganya naik karena suplier juga menaikkan harga ayam potong hidup. Saya pun terpaksa ikut menaikkan harga supaya tak rugi," ungkap perempuan berhijab ini.

Naiknya harga yang tak seimbang dengan tingkat penjualan, membuat laba para pedagang daging ayam broiler anjlok. Pada pekan pertama Ramadhan ini, Dwi mengeluhkan sepinya pembeli.

"Seperti saat ini sepi, biasanya sehari habis 2 kwintal, sekarang 1,5 kwintal. Keuntungan juga turun Rp 200 ribu," terangnya.

Selain itu, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar juga terpantau naik. Salah satunya cabai merah dari Rp 35 ribu/Kg sebelum Ramadhan, kini menjadi Rp 44 ribu/Kg. Naiknya harga cabai merah Rp 9 ribu/Kg itu akibat minimnya pasokan dari petani.

"Karena gagal panen, sering hujan malam, cabai yang siap panen menjadi busuk," jelas Ardian Firmansyah (27), pedagang bumbu dapur.


Lonjakan harga juga terjadi pada sayur tomat. Menurut Ardian, harga tomat melejit dari Rp 8 ribu/Kg menjadi Rp 18 ribu/Kg. Pasokan tomat dia dapatkan dari Pacet, Mojokerto dan Malang.

"Awal puasa biasanya petani libur ke kebun sehingga panen berkurang. Biasanya kenaikan ini tak lama akan turun kembali," tegasnya.

Sementara harga bawang putih saat ini kembali stabil Rp 48 ribu/Kg. Bumbu dapur ini sempat mencapai Rp 68 ribu/Kg pada H-1 hingga hari ke tiga Ramadhan. Harga bawang merah justru turun dari Rp 35 ribu/Kg menjadi Rp 25 ribu/Kg. Cabai rawit cenderung stabil di harga Rp 24 ribu/Kg.

Harga sembako lainnya di Pasar Tanjung Anyar juga terpantau masih stabil. Gula pasir Rp 11.500/Kg, minyak goreng curah Rp 10.500/liter, daging sapi Rp 120 ribu/Kg, telur ayam Rp 23 ribu/Kg, tepung terigu Rp 11 ribu/Kg, serta beras IR 64 Rp 7.500/Kg.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed