DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 18:33 WIB

Langgar Undang-undang, Bongkar Muat di Jalan Marak di Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Langgar Undang-undang, Bongkar Muat di Jalan Marak di Situbondo Aktivitas bongkar muat marak di Situbondo/Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Aktivitas bongkar muat barang di Situbondo masih dilakukan di badan jalan. Tak hanya melanggar ketentuan undang-undang. Aktivitas ini dinilai bisa menimbulkan kerawanan. Tak heran selama ini banyak pengguna jalan yang mengeluhkan.

Ironisnya, selama ini nyaris tidak ada sikap tegas atau tindakan apapun dari pihak terkait di Situbondo. Padahal, bongkar muat di jalan jelas-jelas melanggar pasal 162 ayat 1 UU nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Bukan hanya soal bongkar muat di jalan saja. Selama ini juga banyak parkir di jalan sembarangan, bahkan di tikungan. Seperti di depan toko jalan Irian Jaya. Itu sangat rawan, saya sendiri hampir kecelakaan. Ada apa kok dibiarkan," tandas seorang pengendara bernama Sucipno kepada detikcom, Rabu (8/5/2019).

Pengamatan detikcom menyebutkan, selama ini aktivitas bongkar muat barang di Situbondo memang masih banyak dilakukan di jalan-jalan depan pertokoan. Seperti di Jalan PB Soedirman, Jalan A Yani, Jalan Diponegoro, dan sebagainya. Truk besar bermuatan barang dengan seenaknya menurunkan barang pertokoan di jalanan.

Aktivitas demikian seringkali mengganggu pengguna jalan yang lain. Sebab, dapat mempersempit badan jalan hingga berpotensi menimbulkan kerawanan. Namun, sejauh ini belum ada tindakan dari instansi terkait meski kegiatan itu melanggar ketentuan.

"Bongkar muat di bahu jalan sesuai UU lalu lintas itu jelas dilarang dan melanggar. Itu masih terjadi karena di Kabupaten Situbondo ini belum ada fasilitas terminal bongkar muat. Tapi bagaimana pun itu jelas melanggar dan bisa ditilang," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo.

Selama ini pihaknya sering melakukan teguran, jika dianggap urgen dan bisa memicu kerawanan. Namun jawaban dari teguran selalu berdalih karena tidak adanya terminal bongkar muat. Karena itu, dia meminta agar Pemkab Situbondo menyediakan terminal bongkar muat. Kepada pihak pertokoan yang hendak menurunkan barang, Nanang juga meminta agar tidak melakukan aktivitas bongkar muat di jalan.

"Bisa dilakukan dengan roda tiga, sehingga tidak harus melakukan bongkar muat di jalan. Ini sudah menjadi catatan dan ke depan akan kami tertibkan. Jelas akan kami berikan sanksi tilang," tegas Nanang Priyambodo.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed