DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 04:37 WIB

Berkah Ramadhan, Pesanan Songkok Lukis dari Lamongan Meningkat

Eko Sudjarwo - detikNews
Berkah Ramadhan, Pesanan Songkok Lukis dari Lamongan Meningkat Songkok lukis daari Lamongan ramai pesanan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Lamongan punya cerita. Songkok yang menjadi identitas nasional tak hanya berwarna hitam saja. Di Lamongan, songkok berwarna-warni bergambar lukisan enak dipandang. Memasuki bulan Ramadhan, songkok lukis inipun mengalami peningkatan pesanan.

Songkok lukis ini adalah kreasi Mualimin (30) warga Desa Pangean, Kecamatan Maduran. Dari tangan dingin Mualimin ini lahirlah songkok lukis berbagai jenis. Mulai dari songkok anak-anak hingga songkok berlukiskan emblem lembaga yang ia beri nama songkok Mr. Pangean.

"Alhamdulillah mulai sebelum puasa sudah mulai banyak yang pesan. Biasanya 3 hari itu sekitar 50 songkok, tapi sekarang bisa 200 songkok," kata Mualimin kepada detikcom, Rabu (8/5/2019).

Mualimin mengaku memulai usaha songkok pada 2011, setelah keluar dari pabrik. Dan memasuki bulan Ramadhan, pesanan songkoknya mengalami kenaikan hampir 50-70 persen dibanding hari-hari biasa. Bahkan, tak hanya merambah Lamongan saja, songkok karyanya ini sudah merambah kota-kota lain di Indonesia.

"Kalau yang dari luar kota pesannya lebih banyak, mulai 5 kodi, 7 kodi, 10 kodi atau bahkan lebih. Kemarin saya kirim ke Makassar, Bengkulu, Mojokerto dan juga ke Papua," kata Mualimin yang mendapat ilmu membuat songkok setelah bekerja di tempat saudaranya di Gresik itu.


Untuk songkok lukis sendiri, lanjut Mualimin, ia baru menggelutinya selama 2 tahun. Caranya, kata Mualimin, dengan melukisnya secara manual di atas kain bahan songkok.
Songkok lukis dari Lamongan banjir pesanan/Songkok lukis dari Lamongan banjir pesanan/ Foto: Eko Sudjarwo


Pertama, kata Mualimin, adalah membuat sketsa terlebih dahulu dengan kapur baru setelah itu cat yang sudah disediakan diukir sesuai apa yang diharapakan nantinya.

"Tentunya sangat lama dan harus hati-hati serta teliti karena kalau salah tidak bisa, dihapus atau diambil karena jadinya sangat jelek dan pastinya cat akan menempel serta belepotan di kain songkok berwarna hitam itu," ujar Mualimin.

Lebih jauh, untuk konsumsi anak-anak, songkok lukis yang ia buat kebanyakan adalah karakter kartun yang saat ini sedang tayang di televisi. Tampilan kartun ini, aku Mualimin, diabadikan dan digambar di songkok serta berbagai macam warna hingga menyerupai. Beberapa film kesukaan anak kecil ini terlihat di songkok berwarna hitam.

Lukisan tersebut, dengan berbagai warna sama seperti aslinya seperti misalnya gambar Tayo, Spiderman dan masjid dengan pohon palem. "Untuk songkok dewasa, saya membuat songkok lukis ber-emblem lembaga, seperti logo Korpri atau logo lembaga lainnya," terang Mualimin seraya menjelaskan saat ramadhan jenis songkok yang paling banyak diminati konsumen adalah songkok lukis untuk anak-anak.

Anda tertarik dengan songkok ini? Nah, untuk bisa memakai songkok ini Anda tak harus merogoh kocek yang dalam. Pasalnya, untuk satu buah songkok standar tanpa lukis Mualimin menjualnya seharga Rp 30 ribu. Sedangkan untuk songkok lukis dijual seharga Rp 50 ribu/buah.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed