DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 20:05 WIB

Sambangi RSJ Menur, Khofifah Temui Gadis Kediri yang Makan Jarinya

Hilda Meilisa - detikNews
Sambangi RSJ Menur, Khofifah Temui Gadis Kediri yang Makan Jarinya Khofifah bertemu Fitriana, penderita gangguan jiwa yang makan jarinya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambangi para penyandang gangguan kejiwaan di RSJ Menur Surabaya. Khofifah bertemu dengan Fitriana, gadis Kediri yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia.

Fitriana dilarikan ke RSJ setelah diketahui kerap memakan salah satu organ tangannya. Kebiasaan 'kanibal' ini dipengaruhi oleh halusinasi karena skizofrenia yang dialaminya. Fitriana kini dirawat di Ruang Geriatri dan Organik.

Khofifah menyampaikan penanganan Fitriana perlu diberikan pendampingan atau After Care. Selain itu, Fitriana juga harus mendapat perawatan berkelanjutan. Khofifah menambahkan, After Care sangat dibutuhkan, terlebih Fitriani membutuhkan penanganan berkelanjutan, saat mengonsumsi obat hingga menjaga sisi psikologinya.

"Saya sampaikan terpenting adalah After Care. Harus dipantau pemberian obat tidak boleh telat harus bisa dipastikan bahwa ada yang memberi pendampingan. Kami ingin memastikan ada yang memantau apakah obat itu dikonsumsi atau tidak," kata Khofifah di RSJ Menur Surabaya, Selasa (7/5/2019).

Khofifah menyebut, peran Pusksesmas, Polindes hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sangat dibutuhkan untuk mengawal dan memberikan pendampingan kepada Fitriana ketika sudah kembali kepada keluarga nanti.


Setelah bertemu Fitriani, Khofifah menyimpulkan Fitriani ingin pulang karena sudah rindu dengan neneknya. Selama dirawat kurang lebih 15 hari, Khofifah melihat terdapat kemajuan yang signifikan dari perawatan di RSJ Menur.

Khofifah menambahkan pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan Puskesmas dan Polindes yang ada di Kediri. Harapannya bisa memastikan ada yang menjaga keteraturan obat yang harus dikonsumsi Fitriana.

Pemberian obat ini menjadi sangat penting ketika terjadi dinamika instabilitas emosi, maka obat itu menjadi bagian yang menstabilkan emosinya.

"Kesemuanya ini memiliki arti bahwa butuh komitmen yang luar biasa dari semua masyarakat di desa untuk terlibat dan membantu antar sesama," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSJ Menur dr. Herlin Ferliana memaparkan kondisi Fitriani atau pasien gadis pemakan tangan saat ini berlangsung membaik. Terlebih setelah diberi perawatan selama 15 hari di RSJ Menur.

Dia menambahkan kondisi pasien sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah dirawat secara intensif dan didampingi tim dokter. Jika dilihat dari kondisi fisiknya, sudah sangat berbeda dan menunjukkan hasil yang positif.


Kondisi itu, berbeda jika dilihat pada saat awal masuk di RSJ Menur, yang terlihat kurang darah atau anemia.

"Kalau dilihat dari fisik saat ini sudah bagus, jika dulu masuk anemia sekarang sudah bagus dan sangat positif," ujarnya.

dr Herlin mengatakan Fitriana kini bisa berinteraksi dan diajak berbicara. Sementara itu, untuk luka juga sudah berangsur membaik. Jika memungkinkan dapat dilakukan amputasi pada jari-jari tangannya yang menonjol asalkan mendapat persetujuan dari tim dokter.

"Allhamdulillah, sejauh ini dilihat dari jiwa, badan dan luka sudah mulai membaik. Direncanakan jika kejiwaan, tubuh badan dan luka yang ada stabil minggu depan akan dilakukan tindakan berikutnya yakni mengamputasi tulang jari jemari yang menonjol. Asal kondisi tubuh dan kejiwaan stabil," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed