DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 15:45 WIB

Jasa Wisata Satu Malam di Bromo Dikeluhkan Pengusaha Restoran

M Rofiq - detikNews
Jasa Wisata Satu Malam di Bromo Dikeluhkan Pengusaha Restoran Tugu selamat datang Wisata Bromo/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Maraknya jasa travel transit atau wisata satu malam di kawasan wisata Gunung Bromo dianggap merugikan pengusaha restoran dan hotel. Seperti yang dikeluhkan pemilik Restoran BTS dan De Potrek, Donny Wijayanto.

Menurut Donny, maraknya jasa travel transit membuat penghasilan restoran yang berada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo itu menurun. Bahkan merosot hingga 80 persen.

Donny menyampaikan, travel transit atau wisata satu malam memangkas waktu wisatawan saat liburan di Bromo. Padahal biasanya wisatawan bisa berhari-hari di Bromo.


Singkatnya waktu liburan membuat para wisatawan tidak perlu mencari penginapan atau restoran yang memanjakan lidah. waktu mereka dihabiskan di objek wisata dan setelah itu pulang.

Pemilik 2 restoran yang terletak di Sukapura dan Sapikerep itu menambahkan maraknya praktik travel transit sudah terjadi selama 5 bulan terakhir. Sementara layanan wisata satu malam itu menurutnya ditawarkan orang-orang dari luar daerah.

"Jasa travel transit di Bromo cukup banyak. Sehari bisa sampai 20 bus besar yang datang. Dan wisatawan istirahatnya di kendaraan. Jadi tidak ada waktu istirahat di restoran ataupun hotel," kata Donny, Jumat (3/5/2019).


Donny meminta ketegasan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar menertibkan maraknya travel transit ke obyek wisata Gunung Bromo. "Saya harap ada ketegasan dari dinas terkait atas hal ini. Kalau perlu ada sweeping karena kami merasa dirugikan," imbuhnya.

Mengenai travel transit sebelumnya sudah disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin pada 26 Februari lalu. Kala itu Digdoyo mengatakan, adanya jasa perjalanan wisata satu malam membuat resah pengusaha hotel dan restoran di Kawasan Bromo.

Biaya perjalanan wisata yang lebih murah, dengan tidak menginap di hotel membuat banyak wisatawan beralih ke travel transit. Sekadar informasi, biaya untuk satu orang hanya mengeluarkan Rp 190 ribu, di mana sudah termasuk biaya makan, tiket masuk wisata, dan Jeep.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed