detikNews
Jumat 03 Mei 2019, 13:10 WIB

Momen Tersangka Narkoba Menikah, Polisi dan Tahanan Kompak Teriak 'Sah'

Erliana Riady - detikNews
Momen Tersangka Narkoba Menikah, Polisi dan Tahanan Kompak Teriak Sah Tahanan Narkoba di Mapolresta Blitar menikah/Foto: Erliana Riady
Blitar - Hari ini pintu tahanan Mapolresta Blitar tampak ceria. Balon warna-warni dipajang di atas dan sebuah baner bertuliskan "Keluarga Besar Polres Blitar Kota Mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada Pramono dan Wahyu Dwi Nuryani. Semoga Menjadi Keluarga Sakidah Mawadah Warohmah".

Ya, seorang wanita berusia 19 tahun didampingi kedua orang tua dan kerabatnya, masuk ruang tahanan itu. Pengantin perempuan berdandan sangat sederhana. Tanpa hiasan wajah layaknya ratu sehari atau baju pengantin, wanita ini tetap tampak ayu.

Wahyu tampak tegar menerima kenyataan itu. Dia harus menjalani pernikahan dengan pria pujaan hatinya, di dalam ruang tahanan. Karena calon suaminya, Pramono, ditangkap Satnarkoba Polresta Blitar 26 Maret lalu. Pramono ditangkap saat mengedarkan pil koplo di wilayah Lodoyo, Kabupaten Blitar.

"Soalnya sudah kesepakatan keluarga, kalau tanggal 3 Mei ini ijab kabulnya. Hari baiknya ya saat ini. Bagaimanapun kondisi Mas Pram, saya tetap bisa menerimanya. Saya tetap sayang," aku Wahyu kepada detikcom usai ijab kabul, Jumat (3/5/2019).

Menurut Wahyu, perkenalannya dengan Pramono terjadi sejak satu tahun lalu. Kemudian hubungan semakin kuat hingga sepakat untuk mengikat komitmen dalam pernikahan.

Kedua keluarga kemudian bertemu. Keluarga besar Pramono asal Lingkungan Satriyan Kecamatan Kanigoro, berkunjung ke keluarga besar Wahyu, di Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto. Hingga tercapai kesepakatan, kedua keluarga dipersatukan dalam ikatan pernikahan mereka berdua.


Begitu keluarga mendengar tertangkapnya Pramono, mereka mengaku kecewa. Namun kekuatan hati Wahyu menerima kondisi calon suaminya apa adanya, hanya membuat keluarga besar mengizinkan dan mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.

"Salah satu tahanan narkoba meminta izin untuk melakukan pernikahan di dalam ruang tahanan. Karena memang tanggalnya sudah ditentukan jauh hari sebelumnya. Kami tetap berikan hak-hak azasinya, ini demi kemanusiaan. Alhamdulillah pernikahannya walaupun di dalam sel berjalan lancar. Disaksikan teman-teman tahanan semua. Semoga pernikahannya terus tidak ada masalah," ujar Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar yang ikut menjadi saksi moment sakral tahanan narkoba itu.

Karpet biru tergelar di sebelah utara sel tahanan. Sebuah meja kecil diletakkan di tengah. Sound sistem telah siap dipojok kiri untuk mengeraskan suara ijab kabul mempelai pria.

Rombongan keluarga dan kedua mempelai dipersilahkan masuk. Seorang penghulu dari KUA Kanigoro siap memimpin jalanya prosesi ijab kabul. Uang tunai sebesar Rp 200 ribu menjadi mas kawin pernikahan itu.

"Saya terima nikahnya Wahyu Dwi Nuryani dengan mas kawin uang Rp 200 ribu dibayar tunai," ucap Pramono sambil menjabat tangan sang penghulu.

Serentak para tahanan, beberapa anggota polisi serta kerabat mempelai mengucapkan...sah!.
Usai ijab kabul, tangispun tak terbendung di kedua mata mempelai. Suasana syahdu makin terasa, ketika mempelai pria memeluk erat bapaknya.

Usai ijab kabul, pasangan pengantin baru ini harus berpisah untuk waktu lama. Karena Pramono dijerat pasal 197 dan/atau pasal 196 UU RI 36 tahun 2009 ttg kesehatan. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed