Bupati Anas Dorong Sekolah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 di Hardiknas

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 16:12 WIB
Peringatan hardiknas di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Peringatan hari Pendidikan Nasional, Pemkab Banyuwangi menggelar pameran pendidikan dan teknologi. Berbagai inovasi pendidikan dan program-program kebijakan pemerintah dalam pendidikan disuguhkan dalam kegiatan yang dipusatkan di RTH Taman Blambangan Banyuwangi.

Dalam peringatan tersebut, digeber sejumlah inovasi teknologi yang dikerjakan siswa TK-SMA sederajat di Banyuwangi. Mulai dari teknologi smart home yang dilengkapi sensor tinggi badan dan sensor lampu rumah, robot transporter, hingga teknologi pengolahan pangan.

Di acara itu, pemkab juga mendorong warga Banyuwangi untuk memenuhi wajib belajar 12 tahun. Melalui program Smart Better (Semangat Belajar Warga Banyuwangi agar Tambah Pintar), mendorong mereka yang putus sekolah untuk bisa mendapatkan.

"Sesuai laporan tadi lebih dari 600-an yang daftar kejar paket. Jika yang masih berusia sekolah kita wajibkan untuk sekolah lagi dengan pembiayaan dari pemerintah jika tidak mampu. Jika sudah melebihi usia sekolah maka akan diikutkan pada program kejar paket," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat kunjungan pameran pendidikan, Kamis (2/5/2019).

Dalam Hari Pendidikan kali ini, kata Anas, revolusi Industri 4.0 saat ini mulai merambah berbagai sektor. Menurutnya harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.


"Saat ini, sudah banyak daerah yang tenaga kerjanya tergantikan oleh mesin dan robot. Bukan tidak mungkin, hal tersebut akan segera terjadi di Banyuwangi. Fenomena yang oleh para pakar disebut Revolusi Industri 4.0 ini, mau tidak mau harus segera direspons oleh sekolah," ungkap Anas.

Sekolah, imbuh Anas, tidak hanya fokus menyiapkan para pelajar yang hanya menjadi tenaga kerja. Namun, harus didorong untuk menghasilkan anak didik yang memiliki kreativitas dan entreprenurship.

"Ini semua kuncinya ada pada guru. Bagaimana mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi baru kepada peserta didiknya," imbuhnya.

Untuk mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik, Pemkab Banyuwangi mendorong dengan program Banyuwangi Mengajar. Para sarjana yang memiliki kualifikasi bagus, ditempat secara khusus di sekolah-sekolah terpencil.

"Kita juga mengapresiasi beberapa sekolah di Banyuwangi yang membuka aneka ekstrakulikuler kekinian, seperti kelas robotik di SMPN 1 Banyuwangi dan sekolah-sekolah lainnya. Ini penting untuk mengenalkan dunia baru sejak dini," jelasnya.


Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, program Smart Better bisa diakses secara online dan gratis. "Pendaftarannya lewat online atau langsung ke Dinas Pendidikan. Mereka yang telah terdaftar bisa ikut kejar paket di PKBM terdekat," terangnya.

Sampai saat ini, ada 150 institusi PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi.

"Nanti mereka tinggal pilih PKBM yang terdekat," pungkas Sulih. (iwd/fat)