DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 11:59 WIB

300 KM Jalan Rusak Akibat Proyek Tol, Warga Nganjuk Ancam Blokir Trans Jawa

Sugeng Harianto - detikNews
300 KM Jalan Rusak Akibat Proyek Tol, Warga Nganjuk Ancam Blokir Trans Jawa Salah satu jalan rusak di Nganjuk/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Total ada lebih dari 300 Km jalan rusak di Kabupaten Nganjuk akibat terdampak proyek tol. Warga mengancam akan melakukan aksi blokir Trans Jawa yang melintas di Nganjuk, jika jalan-jalan rusak tersebut tidak segera diperbaiki pemerintah pusat.

Aksi blokir jalan bebas hambatan itu akan dilakukan warga jika Kementerian PUPR tidak segera memperbaiki jalan yang terdampak tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Nganjuk Marhean Djunaedi kepada wartawan di kantornya.

"Banyak keluhan warga saya. Intinya ndak mau tahu siapa kontraktornya, kita minta pemerintah pusat harus memfasilitasi ikut membangun jalan di Nganjuk yang rusak akibat jalan tol," kata Wabup Marhean kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/5/2019).


Marhean menambahkan, jalan yang rusak terdiri dari jalan provinsi, jalan kabupaten, kecamatan serta jalan desa. Dari 300 Km jalan yang rusak tersebar di 41 titik di Nganjuk.

""Total ada 41 titik lokasi kerusakan jalan baik jalan propinsi, kabupaten, Kecamatan dan desa yang rata-rata tiap titik 10 sampai 15 km total ada kalau 300 Km. Itu gini, jadi ketika mobilisasi muatan semua untuk tol lewat tidak satu pintu dan dimana-mana jalan dilewati untuk mengejar target," imbuhnya.

Menurut Marhean, setiap titik jalan rusak panjangnya antara 10 hingga 15 KM. Warga bersama Pemkab Nganjuk mentargetkan, pemerintah pusat harus sudah menyelesaikan perbaikan jalan pada akhir 2019.


"Kita akan kenceng tagih terus, kalau tidak dibangun Pemda dan rakyat akan demo tutup jalan tol itu. Akibat jalan rusak harus diperbaiki dan target tahun ini sudah selesai," lanjutnya.

Ia mengaku, selama ini pihaknya telah gencar mengingatkan Kementerian PUPR serta Dirjen Bina Marga terkait perbaikan jalan rusak. "Mohon izin, dengan banyaknya Jalan rusak ini saya kirim surat kencang satu ke Sekjen PUPR yang kedua ke Dirjen Bina Marga. Intinya pemerintah pusat, kita ndak mau tahu siapapun kontraktornya harus memfasilitasi ikut membangun jalan di Nganjuk yang rusak akibat jalan tol," pungkasnya.

Dari data yang dihimpun detikcom, beberapa titik kerusakan jalan di Nganjuk akibat proyek tol yakni jalan depan RSI, Jalan Nglengkengong-Sukomoro, Jalan Sawahan-Wilangan serta Jalan Ring Road Nganjuk. Sementara tol yang mau mereka blokir jika pemerintah pusat tidak memenuhi tuntutan, yakni Tol Ngawi-Kertosono yang melewati Nganjuk.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed