detikNews
Selasa 23 April 2019, 11:11 WIB

Masih Ada 14 Warga Ponorogo yang Dipasung, Ini Kendalanya

Charolin Pebrianti - detikNews
Masih Ada 14 Warga Ponorogo yang Dipasung, Ini Kendalanya Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini/File: detikcom
Ponorogo - Sebanyak 14 orang masih terpasung di Bumi Reog. Tahun depan, Dinkes Ponorogo menargetkan tidak ada lagi penderita gangguan jiwa yang dipasung.

"Penderita pasung terus kita upayakan untuk bebas, caranya dengan berbasis masyarakat," kata Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini, Selasa (23/4/2019).

Perempuan yang akrab disapa Irin itu menjelaskan, masyarakat terutama keluarga memiliki peran penting bagi penderita pascapasung. Dengan tidak mengucilkan, maka yang bersangkutan bisa kembali ke aktivitas normal.

"Kadang kegagalan itu karena peran keluarga dan masyarakat, meski obat sudah rutin diberikan, keluarga masih takut melepas," imbuhnya.


Seperti data Dinkes Ponorogo pada 2016, ada 89 orang terpasung. Setahun berselang menurun menjadi 54 orang. Lalu di awal 2019, tinggal 14 orang yang masih terpasung.

"Harapannya 2020 nanti Ponorogo bisa bebas pasung," imbuhnya.

Irin menambahkan, pihaknya juga telah menggandeng kader kesehatan jiwa, TNI dan polisi saat membebaskan pasien pascapasung. Supaya dapat pengawasan dari pemerintah.

"Tapi terutama keluarga dan lingkungan masyarakat agar tidak mengucilkan, kalau penderita diam terus stres lagi kan bisa dipasung lagi. Jadi memberikan pengertian ke masyarakat yang penting," paparnya.


Dia mengaku pernah menemui penderita pascapasung di Kecamatan Sooko. Saat diajak ngobrol menurutnya si penderita sudah selayaknya orang normal. Tentu peran keluarga dalam memberikan obat rutin dilakukan sehingga penderita berangsur-angsur pulih.

"Pas tak tanyai setelah dilepas (pasung) mau ngapain, dia jawab pengen nyari rumput buat pakan kambing. Ini artinya kondisi dia (penderita) stabil dan bisa kembali ke masyarakat," lanjutnya.

Dinkes rencananya juga mengadakan posyandu bagi penderita pascapasung yang biasa disebut stabil. Dan di Puskesmas Desa Paringan, Kecamatan Jenangan setiap sebulan sekali anggota dikumpulkan untuk diajari keterampilan.

"Anggotanya puluhan, ini (posyandu) salah satu upaya supaya tidak terpasung kembali," pungkasnya.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com