detikNews
Minggu 21 April 2019, 17:57 WIB

Kartini-kartini Tua dari Banyuwangi, Enggan Menyerah Digerus Zaman

Ardian Fanani - detikNews
Kartini-kartini Tua dari Banyuwangi, Enggan Menyerah Digerus Zaman Para Kartini tua ini tetap setia menabuh gedhokan (Foto: Ardian Fanani)
Jakarta - Wajah mereka tak halus lagi. Banyak keriput dan rona tua terlihat jelas dalam setiap wajah yang sibuk memukul lesung dengan tongkat yang umurnya mungkin sama dengan mereka.

Meski jauh dari kata cantik, mereka tetap ingin menghibur wisatawan yang akan selalu datang. Merekalah Kartini-kartini tua yang enggan menyerah digerus zaman.

Mereka adalah penabuh Gedhokan di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Kesenian menabuh alat penumbuk padi pada zaman itu, menjadi destinasi pilihan saat berkunjung di Banyuwangi.

Ada 6 orang yang memainkan alat musik Gedhokan. Dibantu dengan satu angklung, yang memainkan irama dalam setiap lagu yang dipertunjukkan. Dahulu, kegiatan ini hanyalah untuk menumbuk padi, namun seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan mereka berubah menjadi sebuah pertunjukan musik.

Misnah (70), salah satu pemain musik Gedhokan mengaku Gedhokan dikenal menjadi semua pertunjukan musik sejak tahun 1999. Sebelumnya, lesung yang ditabuh itu hanyalah untuk menumbuk padi.

"Sejak dahulu saya menjadi pemukul lesung. Dulu memang untuk menumbuk padi. Tapi saat ini sudah ada selep, jadi kegiatan ini sekarang menjadi kesenian tradisional Gedhokan," ujarnya kepada detikcom.


Kartini-kartini Tua dari Banyuwangi, Enggan Menyerah Digerus ZamanFoto: Ardian Fanani


Misnah tak sendiri, ada 5 orang temannya yang seprofesi dengan dirinya. Misnah mengaku dahulu ada beberapa grup pemain musik Gedhokan. Namun karena umur dan kesehatan menurun, banyak yang berhenti. Sebagian lagi meninggal dunia.

"Sekarang sudah banyak yang meninggal dunia. Ada juga yang sakit. Saat ini tinggal 6 orang ini yang main untuk menghibur wisatawan yang datang," pungkasnya.

Aekanu Haryono, budayawan Banyuwangi mengaku tradisi ini kini terancam punah. Sebab regenerasi pemain musik Gedhokan ini belum bisa terealisasi dengan baik. Meski demikian, beberapa masyarakat dan pemerintah Banyuwangi mulai mencari dan mendidik pelaku seni Gedhokan.

"Ini tergantung dari masyarakat. Tapi susah di beberapa tempat mulai melakukan regenerasi," tambahnya.

Renegenasi itu pun juga tidak dilakukan dengan cara ekstrem. Kata Aekanu, pemain musik Gedhokan yang sudah uzur ini tidak langsung diganti. Melainkan tetap diberikan porsi yang cukup untuk menghibur wisatawan khusus.

"Mereka akan tetap bermain disini (Genjah Arum). Regenerasi tidak dilakukan dengan cara diganti langsung. Ini akan membuat sakit hati pemain musik yang sudah tua ini. Biarlah mereka tetap menghibur wisatawan. Karena dengan seperti ini, meski mereka itu sudah tua tapi tetap bisa bermanfaat untuk orang lain. Intinya itu," pungkasnya.


Tonton video Kartini Day! Emak-emak di Kediri Touring Naik Vespa:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed