detikNews
Sabtu 20 April 2019, 21:15 WIB

Dengan Trail, Polisi Patroli Amankan PPK di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Dengan Trail, Polisi Patroli Amankan PPK di Madiun Polisi melakukan pengamanan PPk di Madiun dengan motor trail (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Puluhan personel polisi melakukan penyisiran di semua kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Madiun. Hal ini menyusul adanya kasus hitung ulang yang dilakukan salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mengalami selisih.

"Kini tahapan Pemilu 2019 memang memasuki tahapan sidang pleno atau rekapitulasi di kantor PPK. Apalagi kemarin ada berita pengulangan penghitungan suara di salah satu TPS sehingga kita waspada agar suasana kondusif. Dan agar tidak terulang lagi hitung ulang kita melakukan penyisiran ke seluruh kantor PPK," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan di Kantor Kecamatan Dagangan, Sabtu (20/4/2019).

Dalam antisipasi kesalahan hitung itu kata Ruruh, selain penyisiran ke seluruh kantor PPK pihaknya juga telah menempatkan empat personel di setiap PPK. Keempat personel polisi itu, lanjut Ruruh, wajib bersenjata lengkap laras panjang.

"Jumlah personel yang dikerahkan dengan senjata laras panjang ini setiap PPK ada empat anggota. Dengan adanya empat anggota di setiap kantor PPK kita harapkan tidak akan ada kasus pengulangan hitung seperti di tingkat PPS beberapa hari lalu. Dan ingin terciptanya situasi yang kondusif," katanya.

Diungkapkan Ruruh, selain melibatkan empat personel di setiap kantor PPK, pihaknya dalam penyisiran mengajak 25 personel. Dalam penyisiran semua kantor PPK dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun bersama 25 personel dengan mengendarai sepeda motor trail.

"Kegiatan ini saya kerahkan 25 personel dan saya langsung yang mimpin didampingi pak Dandim 0803 juga. Sasaran dalam patroli ini yakni semua kantor Kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun. Utamanya Mejayan yang kemarin ada penghitungan ulang namun sudah selesai ada kesalahan hitung mungkin capek," katanya.


Dengan Trail, Polisi Patroli Amankan PPK di MadiunFoto: Sugeng Harianto


Pantauan detikcom Kapolres didampingi Dandim 0803 Madiun Letnan Kolonel Czi Nur Alam Sucipto mengendarai motor trail. Kantor kecamatan yang pertama dalam kunjungan ini yakni Kecamatan Dagangan.

"Untuk melakukan pengamanan kotak suara yang sudah berada di PPK, kita juga lebih ekstra menambah pengamanan. hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya bentuk gangguan dan ancaman yang berpotensi mengganggu berlangsungnya rekapitulasi. Juga mengantisipasi gangguan dari pihak tertentu yang akan menggagalkan hasil suara.

Ruruh mengatakan pihaknya telah memerintahkan anggota pengamanan untuk tidak boleh meninggalkan lokasi PPK. "Kalau anggota hendak beristirahat, harus bergantian dengan rekannya. Kita pastikan kotak suara dalam kondisi aman, sehingga tidak ada celah untuk melakukan gangguan dalam proses penghitungan. Sedangkan terkait dengan situasi apabila ada pihak - pihak tertentu yg berupaya menggangu proses rekapitulasi atau sidang pleno maupun logistik pemilu yang ada di PPK, maka akan dilakukan tindakan tegas," tandasnya.

Dari data yang dihimpun detikcom wilayah polres Madiun Kabupaten terlibat pengamanan di 2.258 TPS tersebar di 13 PPK. Dari 2.258 TPS itu dengan jumlah PPS mencapai 179.

Diberitakan sebelumnya proses penghitungan kartu suara DPR RI mengalami selisih lebih banyak dari DPT sehingga dilakukan hitung ulang. Selisih itu terjadi di TPS 06 Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan. Selisih yang terjadi pada suara kartu caleg DPR-RI, yakni berjumlah enam suara lebih banyak dari DPT yang hadir. Dari jumlah 209 DPT, yang hadir berjumlah 171 orang. Namun suara hasil hitung mencapai 177.

"Ini tadi ada selisih suara lebih banyak dari DPT yang hadir menggunakan hak suara. Sehingga kita hitung ulang dua kali," terang Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Edi Dwi Suprihatin kepada detikcom, Rabu (17/4/2019).
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com