Cerita Millenial Saat Nyoblos untuk Pertama Kalinya

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 18 Apr 2019 16:03 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Banyak kalangan millenial menghabiskan waktu di cafe atau tempat ngopi di Blitar, usai nyoblos. Di sinilah banyak cerita unik dikulik. Apalagi mereka yang baru pertama ini punya hak pilih.

Dengan jujur tanpa tendensi, mereka secara terbuka menyatakan siapa pilihannya. Ada yang memilih atas dasar rekam jejak kinerja. Seperti yang diungkapkan Nana, warga Sumberasri Kabupaten Blitar ini.

"Saya pilih yang rekam jejaknya jelas. Sudah terbukti, sudah pernah memimpin negara. Itu untuk presiden ya 01. Kalau DPR RI dan Jatim, saya pilih yang kenal dan dari Blitar. Untuk DPRD Kabupaten, ya jelas pilih tetangga sendiri yang nyaleglah," kata Nana kepada detikcom sambil tertawa.

Beda dengan yang diungkapkan April, warga Kademangan Kabupaten Blitar. Pilihannya di 02 atas dasar kasihan pada Prabowo Subianto.

"Ya hasil survei selama ini Prabowo selalu kalah. Jadi hasil pemilu sepertinya tidak jauh beda. Dia berpotensi kalah. Saya kasihan saja sama Pak Prabowo makanya saya tadi coblos beliau saja," ungkap April lepas yang disambut tawa keras teman-temannya.


Hakiki punya cerita yang beda. Dia pada Selasa (16/2019) malam sudah menerima uang sebesar Rp 100 ribu. Jika memilih 02, mereka dijanjikan akan ditambah Rp 150 ribu.

"Ini sudah terima Rp 100 ribu. Nanti kalau menang dijanjikan diberi lagi Rp 250 ribu," ujar lelaki berusia 21 tahun ini.

Pengakuan serupa juga diungkapkan beberapa millenial lain yang tampak bersantai di sebuah kafe Jalan A Yani Kota Blitar. Mereka kebanyakan sudah menerima uang untuk membeli suaranya. Apapun itu namanya, serangan fajar, serangan Isak bahkan serangan Asar.

Soal pilihan calon wakil rakyat di tingkat daerah, rupanya banyak dipengaruhi eksistensinya di daerah pilihannya (dapil). Tapi karena untuk DPR RI dan DPRD Propinsi banyak yang tidak dikenal, akhirnya alasan memilihpun jadi beragam.

"Kalau DPD saya pilih yang tersangkut kasus surat palsu KPK. Kasihan juga sih dasarnya. Masak sudah dipenjara, terus gak dapat suara sama sekali. Kan kasihan," kata Enggar yang duduk semeja dengan Nana.


Sementara Diaz, justru lebih tendensius pada partai pengusungnya. Dia sepertinya sangat menyukai PDIP. Sehingga semua nama yang tercantum dari partai lain, sama sekali tidak ditolehnya.

"Pokok dari PDIP langsung saya coblos deh. Gak lihat nama dan wajahnya," pungkasnya sambil tertawa.

Well.. millenial tampak sangat menikmati proses pesta demokrasi ini. Meski berbeda cara pandang, penilaian dan pilihan, mereka tetap asyik kembali menikmati kopi dan es dalam satu meja diramaikan gelak tawa dan lepas.


Saksikan juga video 'Gaya Santai Veronica Tan Nyoblos Bareng Anak-anaknya':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)