detikNews
Kamis 18 April 2019, 09:40 WIB

Gus Ipul Minta Capres Tahan Diri dan Hormati Keputusan Rakyat

Hilda Meilisa - detikNews
Gus Ipul Minta Capres Tahan Diri dan Hormati Keputusan Rakyat Salah satu Ketua PBNU Saifullah Yusuf/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Salah satu Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta semua pihak bisa menahan diri dan menghormati apapun kehendak rakyat. Pasalnya, hasil Pemilu kemarin merupakan suara rakyat yang telah tersalurkan melalui proses pemungutan suara.

"Jerih payah harus dihargai sebagai proses demokrasi. Pada akhirnya ada yang menang ada yang kalah. Saya pernah merasakan kemenangan juga pernah kalah, tapi ini adalah tahapan yang harus diikuti dan dihormati bersama," kata Gus Ipul di kediamannya Gayungsari Surabaya, Kamis (18/4/2019)

Menurut Gus Ipul, jika ada kejanggalan, atau mungkin menemukan masalah dalam proses pemilu, maka ada jalurnya yang harus dilewati. Yakni jalur hukum, bukan jalur jalanan atau jalur people power yang belakangan sering disuarakan beberapa pihak.


Menurutnya, pemilu kali ini, memang yang paling besar dan paling rumit. Gus Ipul melihat sendiri masyarakat sabar dan telaten hingga rela menunggu dan mengantre cukup lama untuk menggunakan hak suaranya.

"Ini pemilu besar dan paling rumit, namun bisa kita dilalui bersama. Ini perlu disyukuri dan harus dihargai jerih payah rakyat ke TPS apapun pilihannya," imbuhnya.

Tak hanya itu, bagi Gus Ipul tentu ada catatan-catatan bagi kandidat. Misalnya ada keberatan atau masalah yang muncul. Namun menurutnya, hal ini tidak bisa diselesaikan melalui jalur pengerahan massa. Para tokoh diharapkan juga tidak sembarangan mengumbar statemen yang memancing perpecahan di tengah masyarakat.


"Tidak bisa dengan cara adu kuat. Kalau adu kuat bisa sama-sama kuat. Kalau yang kalah punya massa, yang menang juga punya massa yang jauh lebih besar. Kami percara Pak Jokowi dan Prabowo adalah tokoh bangsa yang setelah Pilpres mampu merukunkan kembali," lanjutnya.

Gus Ipul juga menambahkan untuk meredam massa, para kiai-kiai sepuh di Jawa Timur juga disarankan segera menggelar pertemuan guna mendorong situasi tetap damai dan tenang.

"Di kubu sana ada ulamanya, di sini juga ada ulamanya. Kalau para ulama dan kiai kita bisa bertemu, Insya Allah umat akan ikut. Kami semua ingin yang menang tidak jumawa yang kalah bisa lapang dada. Yang menang dan kalah bisa saling menghormati," harap mantan Wakil Gubernur Jatim ini.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed