DetikNews
Rabu 17 April 2019, 19:01 WIB

Ada Persoalan Pemilu di Mojokerto, Pemilih Asal Papua Diberi 5 Surat Suara

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ada Persoalan Pemilu di Mojokerto, Pemilih Asal Papua Diberi 5 Surat Suara TPS tempat pemilih pindah nyoblos diberi 5 surat suara (Foto: Enggran Eko Budianto)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Mojokerto - Pemilu di Kota Mojokerto diwarnai persoalan. Terdapat seorang pemilih pindah nyoblos dari Papua yang ketahuan diberi 5 surat suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Persoalan ini terjadi di TPS 07 Lingkungan Pekayon gang II, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Abshor membenarkan telah terjadi persoalan tersebut.

"Pengawas TPS memberi informasi ke Pengawas Kelurahan, diteruskan ke Pengawas Kecamatan, lalu ke kami. Memang ada pemilih yang menggunakan formulir A5 (keterangan pindah memilih) alamatnya asalnya Papua. Mestinya mendapatkan satu surat suara Pilpres saja, tapi dikasih lima surat suara dan itu sudah dicoblos," kata Ulil kepada wartawan di TPS 07 Lingkungan Pekayon gang II, Rabu (17/4/2019).

Dia menjelaskan, karena asal daerah pemilih tersebut dari Papua, seharusnya KPPS memberikan 1 surat suara, yaitu hanya untuk Pilpres. Namun, pemilih tersebut diberi 5 surat suara sekaligus oleh KPPS. Yaitu surat suara untuk Pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD Jatim serta DPRD Kota Mojokerto.

Persoalan ini baru diketahui setelah pemilih tersebut mencoblos kelima surat suara yang diberikan KPPS di TPS 07 Lingkungan Pekayon Gang II. Bahkan, kelima surat suara tersebut telah dimasukkan ke kotak suara masing-masing.

"Ketahuannya oleh Ketua KPPS dulu. Formulir A5 si pemilih sudah ditandai kalau dia dapat surat suara untuk Pilpres saja. Ternyata KPPS untuk pendaftaran tidak menyadari itu," terang Ulil.


Ulil mengaku masih akan mengkaji persoalan ini. Pihaknya belum meminta keterangan secara detil dari KPPS maupun pengawas jajarannya. Karena sampai saat ini mereka masih melaksanakan penghitungan suara di TPS 07 Lingkungan Pekayon Gang II.

"Kami masih mengkaji terkait ketentuan apakah ini mengarah ke rekap ulang atau PSU (Pemungutan Suara Ulang). Kami masih belum merekomendasi itu. Nanti malam kami kajian lagi dengan divisi hukum dan juga masukan fakta-fakta dari Pengawas TPS. Karena saat ini mereka masih bertugas," tandasnya.

Kendati begitu, hingga petang ini penghitungan suara masih berlangsung di TPS 07 Lingkungan Pekayon Gang II. Persoalan ini sempat menjadi perhatian sejumlah pihak. Selain Bawaslu, nampak datang ke TPS ini Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono dan Ketua KPU Saiful Amin.

Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari Ketua KPPS TPS 07 Lingkungan Pekayon Gang II, Kelurahan/Kecamatan Kranggan.

"Hasil pendalaman kami, kami panggil Ketua KPPS. Dia bilang memang ada pemilih yang datang membawa form A5 (keterangan pindah memilih). Dia masuk DPT. Karena form A5, semestinya diberi satu surat suara karena dia dari Papua, tapi diberi lima surat suara," kata Amin.

Persoalan ini, lanjut Amin, terjadi tanpa disengaja oleh petugas KPPS di TPS 07 Lingkungan Pekayon Gang II. "Tadi kami tanya karena lalai saja. Ini kan yang pertama Pemilu langsung dengan 5 surat suara sekaligus," ungkapnya.

[Gambas:Video 20detik]


Amin menjelaskan, pihak KPPS, Pengawas TPS dan para saksi telah duduk bersama untuk menyikapi persoalan ini. Menurut dia, ketiga unsur tersebut sepakat mengurangi satu surat suara di dalam kotak suara DPD RI, DPR RI, DPRD Jatim dan DPRD Kota Mojokerto.


Caranya, dengan menganggap surat suara yang terakhir dalam penghitungan sebagai surat suara rusak. Namun, dia menegaskan langkah yang akan ditempuh tersebut bukan atas saran dari KPU Kota Mojokerto.

"Mereka menyampaikan bahwa petugas KPPS, Pengawas TPS dan saksi sepakat dengan cara-cara tertentu untuk menyelesaikan persoalan itu. Katanya tadi kalau selesai penghitungan, surat suara terakhir akan dianggap sebagai surat suara rusak. Dihitung saja lalu dibuatkan berita acara. Pengawas TPS-nya kan nantinya punya catatan-catatan," terangnya.

Di lain sisi, Amin mengaku siap jika Bawaslu Kota Mojokerto mengeluarkan rekomendasi untuk digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS tersebut. "Kalau PSU kami siap, tapi jangan lupa, ada syarat-syarat untuk PSU. Apakah nanti persoalan ini memenuhi unsur untuk PSU?," tandasnya.


Simak Juga 'Warga di Makassar Temukan Surat Suara Cacat Saat Mencoblos':

[Gambas:Video 20detik]




(fat/iwd)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed