DetikNews
Rabu 17 April 2019, 15:55 WIB

Jukir Kakek Bodo yang Tarik Parkir 6 Kali Lipat Dipecat

Muhajir Arifin - detikNews
Jukir Kakek Bodo yang Tarik Parkir 6 Kali Lipat Dipecat Harga tiket air terjun kakek bodo (Foto: tangkapan layar)
Pasuruan - Pengelola wisata Air Terjun Kakek Bodo, di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan bertindak tegas setelah mendapat laporan adanya penarikan retribusi parkir motor tak sesuai ketentuan. HS (60), juru parkir (jukir) bersangkutan diputus hubungan kerja (PHK).

"HS selama ini merupakan tenaga harian. Per 16 April di-PHK. Ini sudah jadi keputusan manajemen," kata Totok Mujiono, pelaksana harian pengelola Kakek Bodo dari Perhutani, Rabu (17/4/2019).

Totok mengatakan PHK dilakukan setelah manajemen memanggil jukir yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Hasilnya, HS memang melakukan penarikan retribusi parkir kendaraan bermotor tak sesuai tarif resmi.


"Pengakuannya satu motor bukan Rp 12 ribu, tapi itu untuk dua motor dan masing-masing ditarik Rp 6 ribu. Alasannya karena pengendara motor tidak membawa STNK," terang Totok.

Menurut Totok, HS tak hanya sekali melakukan penarikan retribusi di luar ketentuan. Selama dia bertugas, sudah dua kali mendapat laporan serupa.

"Manajemen juga melakukan evaluasi kinerjanya, cenderung tak ada peningkatkan dari aspek disiplin dan tanggungjawab. Jadi keputusan PHK sudah bulat dengan berbagai pertimbangan," tandas Totok.


Warganet di Pasuruan dihebohkan tarif parkir wisata Air Terjun Kakek Bodo, di Kecamatan Prigen. Tarif parkir yang hanya tertulis Rp 2 ribu naik 6 kali lipat.

Di karcis yang tertera logo Perhutani tersebut tertulis biaya parkir Rp 2 ribu. Namun warga net mengeluh karena harus membayar Rp 12 ribu.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed