Sadikin mencoblos di TPS 50. Tempat pemungutan suara itu hanya berjarak sekitar 15 meter dari rumahnya di Jalan Selat Sunda Raya D5-35, Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Ia dan istri berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Tiba di TPS, Tini langsung mendaftar dan sabar menunggu giliran di bangku antrean.
Seniman yang tidak memiliki kedua tangan itu harus dibantu sang istri ketika mencoblos di bilik suara. Sementara pengawas dan petugas TPS hanya mengawasi proses pencoblosan Sadikin dari kejauhan.
"Bersyukur saya bisa mencoblos, TPS-nya pun dekat tidak jauh dari rumah. Saya datang ditemani istri," kata Sadikin ditemui detikcom usai menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019).
Saat memilih capres dan cawapres periode 2019-2024, Sadikin memaruh harapan besar pada para pemimpin yang nanti terpilih. Termasuk pada para caleg terpilih.
"Saya harap di Pemilu ini bisa membawa masyarakat lebih sejahtera dan makmur," imbuh Sadikin.
Baca juga: Di Mana Khofifah, Emil, dan Risma Nyoblos ? |
Ia optimis, Indonesia akan lebih sejahtera di masa depan. "Siapapun yang jadi, masyarakat bisa lebih sejahtera," tutur Sadikin.
Seperti pantauan detikcom di lokasi, animo masyarakat untuk datang ke TPS terbilang besar. Namun banyaknya surat suara yang harus dicoblos kerap menjadi persoalan saat berada di bilik suara. Ketua KPPS bahkan meminta warga atau calon pemilih melihat dahulu contoh surat suara yang dipajang area TPS.
"Bapak ibu, sembari menunggu antrean bisa melihat dulu contoh surat yang kami pasang di papan. Jadi biar tidak lama-lama di bilik suara," pungkas petugas KPPS.
Tonton juga video Nama Mirip Capres dan Cawapres Gratis Masuk Obyek Wisata Ini:
(sun/fat)











































