detikNews
Selasa 16 April 2019, 23:34 WIB

750 Polisi di Nganjuk Dikerahkan untuk Cegah Serangan Fajar

Sugeng Harianto - detikNews
750 Polisi di Nganjuk Dikerahkan untuk Cegah Serangan Fajar Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Mencegah adanya serangan fajar menjelang coblosan Pemilu 17 April, Polres Nganjuk ikut membantu Bawaslu menciptkan suasana kondusif. Salah satunya mengerahkan 750 anggota untuk mencegah adanya serangan fajar.

"Untuk mencegah terjadinya pelanggaran money politic atau serangan fajar sudah dilakukan oleh Polres Nganjuk. Yakni dengan mengadakan patroli wilayah termasuk menjaga TPS. Kita libatkan 750 personel," kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/4/2019) sore.

Dari 750 personel itu kata Dewa, telah melakukan peningkatan pengamanan ke seluruh wilayah yang memungkinkan adanya serangan fajar. Polisi lanjut Dewa juga menggelar razia dan pengawalan ketat pendistribusian logistik.


"Kita dalam patroli juga menggelar razia, dalam antisipasi money politic," katanya.

Diungkapkan Dewa saat ini pihaknya telah mewaspadai adanya kemungkinan pengiriman logistik money politic. Polisi akan menindak tegas jika ada temuan warga atau tim sukses caleg ataupun capres yang membagikan uang.

"Kita waspadai 24 jam kemungkinan pengiriman-pengiriman logistik yang digunakan untuk money politic. Kita sisir semua wilayah agar tidak ada yang bisa membagikan uang ke warga untuk meminta mencoblos salah satu caleg," ujarnya.


Dari data yang dihimpun detikcom, jumlah TPS yang ada di Kabupaten Nganjuk sebanyak 3.658. Selain polisi, dalam pengamanan Pemilu 17 April juga melibatkan anggota TNI 376 personel, Linmas 4.316 personel dan Satpol PP 50 personel serta Dishub 30 personel.

Dalam kesiapan personel Polres Nganjuk telah melaksanaan Serpas TNI-Polri dalam rangka Pengamanan TPS Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019 tadi pagi. Dalam upacara Serpas Kapolres Nganjuk didampingi Dandim 0810 Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo.

"Yang perlu diwaspadai adalah kelompok yang akan konfoi untuk menyambut pemenangan, apa lagi belum diumumkan secara resmi oleh KPU," pungkas Dewa.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com