DetikNews
Selasa 16 April 2019, 11:35 WIB

Duka Nestapa Siswi SMP di Bondowoso yang Dihamili Kakak Tiri

Chuk S Widarsha - detikNews
Duka Nestapa Siswi SMP di Bondowoso yang Dihamili Kakak Tiri Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Bondowoso - Rasa pilu terus menggelayut di benak perempuan muda berusia 13 tahun yang jadi korban perkosaan kakak tirinya hingga hamil di Bondowoso. Apalagi, ketika melihat teman sebayanya berangkat sekolah.

Namun, dia sadar bahwa tak mungkin bersekolah kembali seperti dulu. Sebab, perutnya yang kini hamil 5 bulan makin lama pasti makin membesar. Dan sebentar lagi melahirkan.

"Terus terang, saya masih ingin menuntut ilmu. Tapi mau bagaimana lagi. Yang penting, anak di kandungan ini harus jadi orang yang berguna, kelak," ujar perempuan muda itu saat berbincang dengan detikcom di RS Bhayangkara Bondowoso, Selasa (16/4/2019).

Korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani ultrasonografi (USG) kandungannya. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kesehatan janin yang ada dalam kandungannya.


"Saya tetep akan merawat anak ini dengan baik. Karena ini darah daging saya. Persoalan orang yang menghamili saya nanti dipenjara, biar hukum yang menentukan," ujarnya sambil menitikkan air mata.

Petaka yang dialami perempuan muda itu berawal saat kakak tirinya yang sudah berumah tangga, R (25), ditimpa masalah rumah tangga hingga pisah ranjang, beberapa bulan lalu.

Kakak tirinya ini lantas pulang ke rumah orang tuanya di Desa Gunung Anyar, Tapen, Bondowoso. Tentu saja kakak tirinya tersebut sehari-hari berkumpul dengan perempuan muda itu.

Entah setan apa yang merasuk di benaknya. Suatu saat ketika suasana rumah lagi sepi, Riadi memaksa si adik tiri untuk melayani hasrat seksualnya. Di bawah ancaman hendak dibunuh jika menolak, perempuan muda malang itu akhirnya melayani nafsu bejat sang kakak, dengan isak tangis.


Perbuatan itu kemudian dilakukan si kakak tiri berulang kali, saat rumah sepi. Akibatnya, perempuan muda lugu tersebut akhirnya hamil. Hanya saja, korban tak berani bercerita pada keluarganya karena selalu di bawah ancaman agar tak memberitahu orang lain.

Sebelumnya diberitakan, seorang gadis di bawah umur menjadi korban perkosaan yang dilakukan kakak tirinya. Akibat perbuatan itu, gadis yang masih duduk dibangku SMP tersebut hamil 5 bulan.

Atas laporan keluarga korban, jajaran Polsek Tapen lantas menangkap pelaku dan menjebloskannya ke tahanan untuk pemeriksaan intensif. Pelaku dijerat UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed