DetikNews
Minggu 14 April 2019, 14:34 WIB

Warga Malang Pasang Poster Lawan Money Politik di Masa Tenang Pemilu

Muhammad Aminudin - detikNews
Warga Malang Pasang Poster Lawan Money Politik di Masa Tenang Pemilu Warga Malang Pasang Poster Lawan Money Politik/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Langkah warga Kidul Pasar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, patut dicontoh. Mereka ingin Pemilu serentak 2019 berjalan jujur dan adil dengan memasang poster anti money politik.

Pada poster juga dicantumkan nomor telpon, untuk warga bisa melapor jika menemukan 'serangan fajar'. Poster-poster ini dipasang warga pada gapura serta sudut-sudut kampung saat memasuki masa tenang. Kalimat yang tertulis pada poster dibuat cukup menarik.

"Stop Politik Uang, Jangan Ambil Uangnya, Pemilih Kidul Pasar Anti Politik Uang. Pemberi dan Penerima Ublem Aranjep (masuk penjara)," begitu tulisan pada poster seperti dilihat detikcom, Minggu (14/4/2019).

Tak ketinggalan gapura masuk kampung juga dipasang poster. Kalimat tegas dituliskan, untuk tidak menggerogoti warga dengan uang.

'Stop !!! Jangan gerogoti warga kami, kami masih beriman'. Kalimat lain dalam poster cukup bisa membuat keder pihak yang ingin curang di lingkungan RW 07 itu.


'Menuju Pemilu Bermartabat ! Kepada Masyarakat yang mengetahui praktek politik uang untuk melaporkan ke nomor 081249010974. Jangan pernah takut untuk melapor, identitas pelapor akan di rahasiakan dan dilindungi oleh negara'. Nomor yang dicantumkan adalah nomor milih petugas Bawaslu Kota Malang.

Warga Malang Pasang Poster Lawan Money Politik/Warga Malang Pasang Poster Lawan Money Politik/Foto: Muhammad Aminudin

Nur Rozi Farizi mengaku, pemasangan poster adalah inisiatif warga di lingkungan RW 06 dan RW 07, serta hasil musyawarah tokoh masyarakat, agama, perangkat RT dan RW demi membangun iklim politik di Pemilu 2019 yang lebih bermartabat.

"Mengingat Kidul Pasar adalah Kampung Santri Pejuang. Kami sepakat untuk menolak adanya praktek politik uang di lingkungan RW 07. Hal itulah yang kemudian menginisiani pemasangan poster dan spaduk di kampung," ungkap ulama muda Kidul Pasar ini.

Dia mengatakan imbauan menolak politik uang disertai dengan pemasangan logo NU, Muhammadiyah, Karang Taruna Kidul Pasar 505 EB, Arpus RW 06 dan RW 07, Sukoharjo-Klojen, sebagai pihak yang menyetujui dan bersepakat lingkungan Kidul Pasar bersih dari politik uang.

"Semoga menginspirasi kampung lain. Agar tidak ada lagi alasan biaya politik yang mahal, dan menjadi alasan dewan atai wakil rakyat untuk korupsi," tutur pria akrab disapa Ustad Farid ini.


Kampung di lingkungan ini juga memiliki CCTV, dimana akan cukup membantu warga mendeteksi seseorang atau kelompok yang ingin mencederai proses demokrasi menjelang pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

"Di kampung kami juga dilengkapi perangkat CCTV untuk mengawasi apa saja yang terjadi. Baik itu tindak kriminal ataupun praktek politik uang," tegas Ustad Farid.

Pemasangan poster dan spanduk dilakukan warga secara gotong royong. Antusias warga untuk mewujudkan kampung mereka bersih dari politik uang cukup besar.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed