detikNews
Jumat 12 April 2019, 21:34 WIB

Prabowo Sebut Surabaya-Merauke akan Tenggelam, Ini Kata Ahli Geologi

Amir Baihaqi - detikNews
Prabowo Sebut Surabaya-Merauke akan Tenggelam, Ini Kata Ahli Geologi Prabowo Subianto pidato di Surabaya (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom).
Surabaya - Capres Prabowo Subianto menyebut saat ini Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam wilayah Jakarta, Pantura Jawa, Surabaya sampai Merauke akan tenggelam. Lalu bagaimana kata pakar?

Pakar Geologi ITS Amin Widodo mengatakan belum pernah mendengar laporan yang disebut oleh Prabowo. Namun ia tidak menampik dalam beberapa tahun terakhir ini ada perubahan iklim.

"Saya belum pernah dengar. Tapi memang begini. Sepengetahuan saya memang di beberapa tahun ini ada perubahan iklim. Jadi sudah ada tanda-tanda perubahan iklim dan suhu (bumi) naik. Karena suhu naik maka itu bisa menimbulkan cuaca menjadi ekstrem," kata Amin saat dihubungi detikcom, Jumat (12/4/2019).

"Jadi misalnya hujan menjadi ekstrem, panas menjadi ekstrem, dingin menjadi ekstrem, angin menjadi ekstrem jadi lebih cepat. Terus ombak menjadi ekstrem. itu adalah tanda-tanda peningkatan suhu tadi," tambahnya.


Sedangkan untuk peningkatan permukaan laut naik 5 meter yang disebut Prabowo. Amin kembali tidak menampiknya. Sebab memang saat ini sudah ada kenaikan sekitar 1,5 derajat.

"Nah, itu salah satunya kalau nanti suhu sekarang itu sudah diperkirakan naik 1,5 derajat. Nah kalau sudah naik 2 derajat itu es bisa meleleh. Bisa menyebabkan air laut naik. Tapi misalnya 5 meter ya itu baru (tenggelam) sekitar tahun 2100," terang Amin.

Tapi, terang Amin, tenggelamnya suatu wilayah di tahun 2100 itu dengan catatan jika manusia tidak melakukan sesuatu. Artinya ada upaya untuk mengurangi karbondioksida dengan upaya seperti penanaman pohon dan mengganti bahan bakar migas.

"Jadi kalau kita tidak melakukan sesuatu dari para ahli kita melakukan segera melakukan penurunan karbon tadi ini akan terjadi kenaikan air laut sehingga bisa menimbulkan tadi banyak pulau yang tenggelam. Itu diperkirakan di 2100. (Itu) kalau naiknya tiap hari hanya nambah 0,33 centimeter pertahun," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan soal lingkungan tidak bisa dibebankan pada satu negara saja seperti Indonesia. Sebab lingkungan merupakan kebijakan global. Jadi tidak bisa hanya Indonesia.

"Ini kebijakan global jadi tidak bisa jadi tidak hanya pemerintah saja. Tapi memang Indonesia itu pokok memang nomor satu yang harus dilakukan itu penghutanan kembali atau menanam pohon sebanyak-banyaknya," beber Amin.


"Tapi orang sudah mulai berubah kan semua sudah pakai elektrik semua. Itu mobil-mobil semua sudah elektrik sampai di Norwegia itu sudah nggak ada butuh migas lagi. Jadi harus demikian,

Sebelumnya capres Prabowo Subianto lagi-lagi bicara soal wilayah Indonesia yang akan tenggelam. Wilayah tersebut mulai dari Jakarta, Pantai Utara Jawa, hingga Merauke.

Prabowo mulanya bicara soal tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya tantangan cuaca iklim yang sudah mendesak.

"Kita juga menghadapi tantangan cuaca iklim Ini tantangan yang sangat mendesak, tapi elite di Jakarta tidak berpikir ke situ kalau kita lihat di peta ini yang berasal dari Center for Remote Sensing of Ice Sheet," kata Prabowo saat pidato kebangsaan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed