DetikNews
Kamis 11 April 2019, 18:59 WIB

Soal Intervensi Maritim Malaysia, Luhut: Jangan Over React

Ardian Fanani - detikNews
Soal Intervensi Maritim Malaysia, Luhut: Jangan Over React Luhut Binsar Panjaitan di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi soal dugaan intervensi petugas Patroli Maritim Malaysia, terhadap kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menangkap kapal Malaysia. Ia meminta masyarakat untuk tidak over reactive.

"Kita akan beri peringatan. Kemenlu dan Kemenhan pasti bergerak memberikan respon. Jangan over react. Gak penting itu," ujarnya kepada detikcom, Kamis (11/4/2019).

Peringatan akan diberikan kepada Malaysia jika memang benar pasukannya memasuki wilayah teritorial Indonesia. Untuk saat ini, pemerintah sedang melakukan investigasi masalah tersebut.


"Kalau dia melanggar teritori kita bisa langsung kita tindak. Tapi kita gak perlu rame-rame lah. Bisa jadi kapal yang akan ditangkap itu navigasinya rusak," tambah Luhut.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video memperlihatkan petugas Patroli Maritim Malaysia melakukan intervensi terhadap Kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Intervensi dilakukan untuk membebaskan kapal Malaysia yang ditangkap KKP karena diduga melakukan illegal fishing.


Namun menurut Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, itu cuma sekadar proses negosiasi. Bukan intervensi.

"Dalam perjalanan itu ada kapal Polisi Maritim Malaysia berusaha untuk negosiasi supaya dilepas, karena (mereka anggap) itu adalah masih wilayah Malaysia. Ya karena kita tegas, KKP tetap melaksanakan prosedur yang sesuai membawa kapal itu ke Belawan. Jadi tidak ada insiden yang menonjol ya, itu cuma negosiasi polisi Maritim karena dia juga punya kewajiban melindungi kapal Malaysia," kata Agung, Rabu (10/4).
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed