DetikNews
Rabu 10 April 2019, 14:55 WIB

Gas Air Mata Dilarang Digunakan untuk Pengamanan Arema FC Vs Persebaya

Muhammad Aminudin - detikNews
Gas Air Mata Dilarang Digunakan untuk Pengamanan Arema FC Vs Persebaya Rakor pengamanan laga Arema vs Persebaya (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Mabes Polri meminta pengamanan laga final leg kedua antara Arema FC menjamu Persebaya mengedepankan pengamanan persuasif. Penggunaan gas air mata juga dilarang. Razia minuman keras, sajam, dan barang berbahaya agar diperketat untuk menjaga keamanan sepanjang pertandingan.

"Saya berpesan untuk anggota Brimob, jangan menggunakan gas air mata. Karena pengalaman yang sudah-sudah justru membawa dampak luas, bisa memancing suporter anarkis. Pengamanan harus dilakukan persuasif dan simpatik," ungkap Kaba Intelkam Mabes Polri Komjen Unggung Cahyono saat Rakor pengamanan laga Arema vs Persebaya di Polres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (10/4/2019).

Unggung juga berpesan strerilisasi masuk ke stadion untuk lebih diperketat. Jangan sampai minuman keras dibawa suporter yang bisa menyulut persoalan di dalam stadion.

"Sterilisasi diperketat, baik ketika masuk ke stadion maupun di luar. Miras jangan sampai masuk," tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.


Pihaknya berharap, pertandingan leg kedua final Piala Presiden nanti berjalan kondusif. "Tadi sudah banyak disampaikan oleh Pak Kapolres bagaimana pengamanan yang akan dilakukan. Tentunya kita berharap pertandingan berjalan kondusif," tandas Unggung.

Terpisah Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, jika operasi cipta kondisi untuk memberantas peredaran miras di kawasan Stadion Kanjuruhan, tempat laga digelar sudah dilakukan.

Langkah ini, untuk meminimalisir suporter bisa membawa minumas keras ke dalam stadion. "Cipkon dengan sasaran miras, sudah kita tingkatkan di sekitar stadion. Harapannya, agar tidak ada suporter yang membawa miras. Sterilisasi maksimal juga dilakukan di 14 pintu masuk untuk memeriksa barang bawaan suporter," terang Yade.

Dikatakan, sebanyak 4.800 personel akan diterjunkan untuk mengamankan derby Jawa Timur yang digelar 12 April 2019 mendatang itu. Tentunya pengamanan simpatik akan bisa mencegah ketegangan di lapangan.

"Kami sudah himbau agar tidak represif dalam pengamanan. Lebih banyak memberikan senyuman kepada suporter. Karena dengan 4.800 personel sangat tidak cukup mengamankan 50 ribu suporter," tutur Yade.


Rekayasa lalin beserta pengamanan jalur, juga disiapkan untuk mengatur keberangkatan dan kepulangan suporter, pemain dan offisial kedua tim menuju stadion.

"Kita juga koordinasi dengan polres lain, untuk pengamanan jalur. Kami turut memantau perbincangan di dunia maya, karena itu bisa jadi pemicu kemarahan suporter," beber Yade.

Ditambahkan, Polres Malang bersama panpel dan petinggi Arema FC bakal bertemu dengan seluruh korwil Aremania. Diharapkan, pengamanan laga juga melibatkan korwil sebagai garis terdepan di tribun penonton saat pertandingan.

"Apalagi, insyaallah pertandingan akan dihadiri Bapak Presiden (Joko Widodo), tentunya dijaga keamanannya, karena membawa nama baik Arema, suporter, dan warga Malang Raya," harap Yade.


Simak Juga "Persebaya Vs Arema Usai, Bonek Lempari Pemain dan Nyalakan Flare":

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed