detikNews
Selasa 09 April 2019, 08:08 WIB

Keren, Penyandang Disabilitas di Banyuwangi Belajar Jadi Barista

Ardian Fanani - detikNews
Keren, Penyandang Disabilitas di Banyuwangi Belajar Jadi Barista Barista membimbing penyandang tunarungu belajar meracik kopi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Disabilitas tidak menghalangi para penyandang tunarungu di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk belajar meracik kopi. Dengan ditemani barista kopi profesional, mereka antusias mengikuti arahan mulai dari pengenalan hingga cara membuat kopi dengan benar.

Proses pembelajaran ini bertujuan mengajarkan para penyandang disabilitas untuk berpeluang menjadi wirausaha kopi.

Bertempat di sebuah kedai kopi di Jalan Letnan Sanyoto kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, para penyandang tunarungu terlihat antusias mengikuti pelatihan cara pembuatan kopi, Senin malam, (8/4/2019).

Mereka diberi pelatihan, untuk menjadi seorang barista yang handal tentang bagaimana mengolah biji kopi dengan alat penggiling kopi atau roaster, hingga menjadi minuman kopi yang siap saji.


Sepintas terlihat sangat mudah, namun ternyata ada beberapa teknik yang harus dikuasi oleh seorang barista, agar sajian kopi yang disuguhkan memiliki cita rasa yang begitu nikmat.

"Saya senang. Tadi bisa membuat kopi sampai dengan mencicipi juga," ujar Putri, salah satu peserta kepada detikcom.

Putri mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan kopi gratis ini. Meski baru pertama kali mengikuti pelatihan tentang kopi, tampaknya hal ini langsung menarik perhatian Putri untuk menjadi seorang barista kopi.

"Saya tertarik menjadi barista. Mudah-mudahan pelatihan ini menjadikan saya menjadi pengusaha kopi," tambahnya.

Pengalaman memberikan pelajaran menjadi barista para penyandang disabilitas ini juga dirasakan oleh Novian Dharma Putra, Barista Profesional. Dirinya mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman baru berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

"Saya melihat ini bukan kesulitan atau hambatan. Tapi menjadi pengalaman baru bagi saya," ujarnya kepada detikcom.


Saat komunikasi, kata Novian, dirinya dibantu oleh beberapa rekan yang mengerti bahasa isyarat. Selain itu, komunikasi dilakukan dengan cara ditulis.

"Seru ya kita juga belajar bagaimana belajar komunikasi dengan tunarungu. Kesulitan karena kita belum tahu cara komunikasi dengan mereka. Di awal diajarkan komunikasi dengan cara ditulis. Tadi sempat saya ajarkan bagaiamana proses dari kopi biji samapi dengan penyeduhan kopi," tambahnya.

Novian mengaku kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan belajar pembuatan kopi ini bertujuan untuk mengajarkan para penyandang tuna rungu untuk bisa menjadi barista kopi serta berpeluang menjadi wirausaha kopi handal.

"Semua berkesempatan untuk sukses. Siapapun meskipun penyandang disabilitas," pungkasnya.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed