DetikNews
Senin 08 April 2019, 15:30 WIB

Diputus Kerja Sepihak, Driver Ojek Online Pasuruan Unjukrasa

Muhajir Arifin - detikNews
Diputus Kerja Sepihak, Driver Ojek Online Pasuruan Unjukrasa Demo driver ojek online/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Sebanyak 150 pengemudi ojek online (Driver ojol) berunjukrasa di kantor Gojek Pasuruan. Mereka meminta kejelasan pada manajemen karena 17 rekannya diputus kerja sepihak.

Aksi dilakukan di depan kantor Gojek Pasuruan Jalan Soekarno-Hatta, Gadingrejo, Kota Pasuruan. Mereka membentangkan spanduk-spanduk yang menegaskan bahwa mereka merupakan driver militan.

"Kami minta Gojek Pasuruan tidak semena-mena dan bisa menjalin kemitraan dengan baik. Tidak memutus hubungan kerja sebagai mitra Gojek kepada rekan kami sepihak. Teman-teman kami ini disuspend dari aplikasi," kata Aris Bawai, salah seorang peserta aksi, Senin (8/4/2019).

Aris mengungkapkan 17 driver yang diputus kerja semuanya berasal dari wilayah barat, sebagian besar dari wilayah Pandaan. Menurut Aris, 17 driver ini diputus kerja karena disinyalir melakukan pelanggaran.


"Mereka dituduh bekerjasama dengan jaringan order fiktif untuk memenuhi kuota agar dapat bonus. (Tuduhan) itu yang membuat rekan-rekan ini keberatan. Itu tak masuk akal, masak seluruh driver di Pandaan pakai order fiktif," tandasnya.

Aris meminta agar 17 driver tersebut segera direkrut kembali untuk jadi mitra Gojek. "Kami berharap rekan-rekan kembali bekerja," terang Aris.

Perwakilan manajemen Gojek Pasuruan, Jonathan, menjelaskan bahwa pemutusan kerja didasarkan pada hasil investigasi atas laporan terkait adanya kecurangan yang dilakukan para driver. Hasil investigasi tersebut menyebutkan 17 driver tersebut telah melakukan pelanggaran berat dengan melakukan order fiktif.

"Kalau tak merasa melakukan kecurangan, silakan mengajukan banding melalui aplikasi atau dibantu oleh taman-teman di kantor Gojek Pasuruan," terang Jonathan.


Hasil banding akan diputuskan 3×24 jam. "Apapun hasil banding silakan diterima karena bukan wewenang kami (kantor Pasuruan)," imbuhnya.

Setelah mendapat penjelasan, para driver kemudian dipersilakan masuk ke kantor dan satu-satu difasilitasi untuk melakukan banding.

"Tugas kami hanya memfasilitasi. Kemudian kami tegaskan lagi, tak pernah kami menuding rekan-rekan telah bekerjasama dengan sindikat order fiktif. Itu tak benar. Kami tak pernah menuduh demikian," pungkas Jonathan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed