Terduga Teroris yang Ditangkap di Bandung Pernah Buka Pengobatan Alternatif

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 05 Apr 2019 17:07 WIB
Rumah kontrakan terduga teroris Wisnu Putra di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Rumah kontrakan terduga teroris Wisnu Putra di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Wisnu Putra alias Sahid (55) terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap Densus 88 di Bandung ternyata sempat tinggal di Kabupaten Jombang. Selama 1,5 tahun di Jombang, Sahid membuka praktik pengobatan alternatif di rumah kontrakan yang ia sewa.

Sahid tinggal di sebuah rumah kontrakan milik Maslakah, Dusun Gebangmalang RT 2 RW 5, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang sejak Agustus 2017. Dia tinggal di rumah tersebut bersama istri, Marheni Wulandari (52) dan kedua anaknya yang berusia 13 dan 11 tahun.

Di mata warga sekitar, Sahid dikenal sebagai sosok yang santun dan mudah bergaul. Selama tinggal di rumah kontrakan tersebut, ia membuka praktik seperti susuk dan bekam. Tak hanya warga sekitar, pasien Sahid datang dari Nganjuk dan Kediri.

"Pasiennya banyak, dengan masyarakat sekitar baik, tidak ada yang mencurigakan. Pasiennya selain warga sini juga dari Kediri dan Nganjuk," kata Penjabat Sementara (Pjs) Kades Bandung Arifah kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).


Berdasarkan salinan kartu identitas yang diserahkan ke Pemerintah Desa Bandung, Sahid tercatat sebagai penduduk Lingkungan Gobeng RT 03 RW 01, Desa Gobengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Menurut Arifah, Sahid dan keluarganya meninggalkan rumah kontrakan di Dusun Gebangmalang sekitar 21 hari yang lalu.

"Saya tak tahu saat itu pergi ke mana. Karena mereka pergi begitu saja. Tahunya dari media kalau Pak Sahid ditangkap di Bandung," imbuhnya.

Setelah Sahid ditangkap tim Densus 88, sang istri sempat kembali ke rumah kontrakan di Dusun Gebangmalang, Rabu (3/4). Menurut Arifah, kedatangan Wulandari saat itu mengambil perabotan rumah untuk dibawa ke Salatiga, Jawa Tengah.

"Bu Wulandari datang lagi ke sini untuk mengambil barang-barangnya, dia membawa mobil dan sebuah truk. Dibawa pulang ke Salatiga," tambahnya.


Informasi yang diterima detikcom dari sumber terpercaya menyebutkan, anggota polisi dari Polda Jatim telah mendatangi rumah kontrakan Sahid di Dusun Gebangmalang, Rabu (3/4) antara pukul 10.00-12.00 WIB. Kedatangan petugas untuk mengumpulkan data terkait keberadaan Sahid selama di rumah kontrakan tersebut.

Pengecekan petugas di rumah kontrakan Sahid saat itu tak menemukan benda-benda terkait aktivitas terorisme. Kedatangan polisi ditemui istri Sahid yang sedang menyiapkan perabotan rumah untuk diboyong ke Salatiga.

Sementara Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto enggan berkomentar saat dikonfirmasi detikcom terkait Sahid dan keluarganya yang pernah tinggal di wilayah hukumnya.

"Mohon maaf sebelumnya, terkait masalah pemberitaan ini satu pintu ke Kadiv Humas Mabes (Polri) ya," ujar Fadli melalui pesan WhatsApp kepada detikcom.

Terduga teroris Wisnu Putra alias Sahid itu ditangkap pada Kamis (28/3) lalu di rumah kontrakannya di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Balendah, Kabupaten Bandung. Polri menyebut terduga teroris tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sahid warga pendatang yang sudah sepekan tinggal di kontrakan tersebut.




Tonton juga video Ini Lokasi Saat Terduga Teroris Bandung Serang Polisi:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)