detikNews
Jumat 05 April 2019, 11:41 WIB

Dinkes Jatim Beri Penanganan Khusus 12 Kabupaten yang Stunting Tinggi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Dinkes Jatim Beri Penanganan Khusus 12 Kabupaten yang Stunting Tinggi Kepala Dinkes Jatim Kohar Heri Santoso bicara soal Stunting/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Dinas Kesehatan Jawa Timur telah memetakan kabupaten atau kota dengan angka kurang gizi atau stunting yang cukup tinggi. Hasilnya, ada 12 kabupaten atau kota yang jumlah stuntingnya tinggi.

Untuk itu Dinkes memiliki perlakuan khusus untuk 12 kabupaten itu. Kepala Dinkes Jatim Kohar Heri Santoso mengatakan, dalam program penanggulangan kemiskinan sudah termasuk penanggulangan stunting.

"Ada 12 kabupaten kota kita treatment khusus. Kenapa kok khusus? Karena fokus dari pusat tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan di dalamnya termasuk stunting. Dan itu dilakukan dengan berbagai intervensi mulai dari penanganan bayinya, ibu hamil dan remaja yang memiliki keturunan," kata Kohar di Surabaya, Jumat (5/4/2019).

Saat ditanya apakah jumlah kabupaten yang mendapat treatment meningkat, Kohar mengatakan tidak. Menurutnya kabupaten yang mendapat penanganan khusus memang diperluas agar semakin menekan angka stunting.


Kohar juga mengatakan saat ini angka stunting di Jatim presentasenya mencapai 26.2% dari PSG atau Pematauan Status Gizi. Namun hingga kini masih dilakukan perhitungan melalui riskesdas atau riset kesehatan dasar.

"Bukan bertambah, tapi kabupaten kota yang difokus itu ditambahi kenapa? Ya di lihat dari angkanya. Setiap negara selalu memiliki stunting, di negara maju ya juga selalu ditemui. Tapi dilihat dari jumlahnya yang di bawah batas," lanjutnya.

Lalu, apa saja upaya Pemprov? Kohar merinci penanganan stunting ini tak hanya dari ibu hamil saja. Namun sudah dimulai sejak remaja. Misalnya membagikan tablet zat besi kepada remaja agar tak kurang darah.


"Mulai dari remaja putri dibagikan tablet besi, diberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi. Ibu-ibu hamil dilakukan pendampingan gizi, kemudian penanganan persalinan termasuk ini saya akan berangkat ke Banyuwangi tepatnya di Sukamade karena laporannya ada kasus ini melahirkan yang meninggal. Katanya daerahnya sulit. Termasuk fasilitasnya sulit," katanya.

Kohar menegaskan upaya sejak dini ini penting. Pasalnya, stunting berbeda dengan penyakit lain yang bisa diobati dengan sekejap, namun membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Stunting itu kan gangguan gizi yang sifatnya kronis mulai dari kehamilan, sampai lahir sampai umur dua tahun dan balita. Kemudian itu ndak bisa diintervensi kemudian besok sudah ndak stunting. Karena perlu waktu, yang kita cermati upayanya supaya jangan ada stunting," lanjut Kohar.

Sementara 12 Kabupaten dan Kota di Jatim yang mendapat perhatian khusus akan masalah stunting yakni Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Jember, Bonndowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Kabupaten Malang, Trenggalek, dan Kabupaten Kediri.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed