"Korban ini sangat baik, humoris dan cenderung usil dengan teman. Jadi kalau di kantor suasana yang kadang sepi, jenuh dan mengantuk langsung seru dan penuh canda. Itulah yang membuat kami sangat kehilangan dia," kata rekan kerja korban di SD Banjar Melati II Kota Kediri Luki Istiardi, Kamis (4/4/2019).
Menurut Luki, Budi memiliki peran penting di sekolah. Terlebih karena dalam waktu dekat sekolah tersebut akan melakukan peningkatan akreditasi. Terkait hal itu, korban yang bertugas menyiapkan segala administrasinya.
"Pak Budi ini kan tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai operator dan administrasi di sekolahan. Jadi tugasnya sangat penting bagi sekolah. Apalagi dalam waktu dekat kami akan melakukan akreditasi. Korban lah yang menyiapkan administrasinya," kata Luki.
Mayat dalam koper merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Mayatnya ditemukan dalam koper di Blitar. Dalam koper tersebut, jasad Budi, korban mutilasi sudah tak lagi utuh atau tanpa kepala.
Pukul 02.00 WIB, jasad Budi dimakamkan di TPU Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto. Meski begitu, kematiannya masih menyisakan misteri terlebih pemakaman dilakukan meski bagian kepala korban belum ditemukan. (sun/fat)











































