Meski korban telah dimakamkan di TPU Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto pada pukul 02.00 WIB, kematiannya masih menyisakan misteri. Terlebih, pemakaman dilakukan meski jasad korban tidak utuh atau tanpa kepala.
Kini paman Budi, Nasukha (50) bercerita mengenai barang bawaan yang dibawa korban saat meninggalkan rumah dan pergi untuk selamanya. Menurut Nasukha, Budi pergi membawa handphone, laptop dan sejumlah uang yang dimasukkan dalam tas pada Selasa (2/4).
"Jadi ini kata ibu dan keluarganya korban, sebelum meninggalkan rumah ia membawa HP, laptop dan uang cukup banyak. Setelah itu korban tak ada kabarnya lagi," kata Nasukha, Kamis (4/4/2019).
Nasukha menambahkan, berdasarkan keterangan sang ibu korban Hamida, dalam keseharian Budi tidak pernah membawa barang-barang berharga.
"Biasanya itu tidak pernah membawa barang-barang, namun hari itu dia pergi membawa uang, HP dan laptop dalam satu tas," imbuh Nasukha.
Keterangan yang diberikan keluarga membuat kepolisian langsung memeriksa kamar pribadi korban dan mengambil sejumlah dokumen. Mulai dari buku tabungan dan surat berharga diamankan polisi.
Sebelumnya, mayat Budi yang merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri ditemukan dalam sebuah koper di Blitar. Dalam koper tersebut, jasad Budi tak lagi utuh atau tanpa kepala.












































