detikNews
Senin 01 April 2019, 15:29 WIB

Totta'an, Tradisi Lepas Merpati Sebagai Syukur Panen Padi di Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Tottaan, Tradisi Lepas Merpati Sebagai Syukur Panen Padi di Probolinggo Tradisi totta'an warga Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Cara unik dilakukan petani padi di Kota Probolinggo untuk mengungkapkan rasa syukur, atas hasil panen padi yang melimpah. Mereka menggelar Tradisi Totta'an, atau melepaskan puluhan ekor merpati dari sangkarnya.

Sekitar seribuan merpati dilepaskan bersama-sama oleh para petani padi di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo. Tradisi Totta'an dilakukan sebelum para petani memanen tanaman padinya yang sudah cukup umur.

Keunikan lain yakni, masing-masing merpati yang dilepas dalam Tradisi Totta'an ini diberi tanda warna agar tidak tertukar. Sebagai informasi, merpati untuk Tradisi Totta'an sudah terlatih. Usai dilepaskan, nantinya merpati tersebut akan kembali ke sangkarnya.

Salah seorang petani padi, Heru mengatakan dalam Tradisi Totta'an kali ini jumlah merpati yang dilepas di tiap sangkarnya ada sekitar 30 ekor.


Menurut Samad, tanaman padi yang dipanen kali ini yakni jenis Padi Hibrida, yang untuk kualitasnya lebih baik dari padi biasanya.

"Sejumlah merpati dilepas, sebagai tanda musim panen telah tiba. Syukur hasilnya melimpah, karena biasanya hasil panen padi tidak sebanyak ini,"ungkap Heru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kota Probolinggo, Ir Sukarning Yuliastuti menyebut, untuk panen padi jenis Hibrida hasilnya lebih banyak yakni mencapai 10-14 ton per hektar.

Menurutnya jumlah tersebut lebih banyak, dari hasil panen padi biasa sekitar 8-9 ton perhektar.

"Untuk biaya perawatan memang lebih mahal yakni sekitar Rp 10 juta perhektar, namun hasilnya lebih banyak dan berkualitas,"terang Sukarning.


Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang turut hadir dalam panen raya padi mengatakan guna meningkatkan hasil pertanian padi, ke depan Pemkot Probolinggo akan mendorong seluruh petani di kota setempat, agar beralih menanam padi jenis Hibrida.

Selain kualitas padi yang dihasilkan cukup baik, jumlah hasil padi jenis Hibrida lebih melimpah dari padi biasanya. Yang secara otomatis tentunya rupiah yang diraup petani cukup banyak.

"Panen Padi jenis Hibrida ini, merupakan sampling bagi para petani. Padi Hibrida ketahanannya lebih baik terhadap kondisi cuaca di Kota Probolinggo," jelas Hadi.

Wali Kota Probolinggo menyebut, guna mendongkrak hasil pertanian di Kota Probolinggo pihaknya akan mendorong para masyarakat agar memanfaatkan sejumlah lahan tidur atau lahan tak produktif, yang tersebar di kota setempat.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed