Belasan anjal dan pengamen yang terjaring razia dibawa petugas gabungan ke Mapolres Malang. Petugas gabungan tersebut terdiri dari Sabhara Polres Malang, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Malang.
Mereka didata untuk mengungkap satu per satu identitasnya. Setelah itu, belasan anjal tersebut diberi pembinaan oleh dinas sosial.
"Razia kami lakukan dengan menyasar sejumlah titik, di antaranya perempatan Kepanjen. Dari operasi gabungan ini, diamankan 16 orang yang merupakan anak jalanan serta pengamen," kata Kasat Sabhara Polres Malang AKP Kusmindar kepada wartawan di Mapolres, Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Jumat (29/3/2019).
Menurut Kusmindar, operasi gabungan melibatkan 25 personel. Petugas bergerak sesuai dengan titik sasaran yang direncanakan dalam operasi gabungan.
Baca juga: Moge Harley-Davidson di Mata Lady Bikers |
"Kegiatan ini digelar untuk menciptakan kondusivitas menjelang Pemilu 2019. Operasi gabungan juga mengedepankan tindakan preventif dengan mengutamakan pembinaan bagi anjal dan pengamen yang terjaring razia," imbuh Kusmindar.
Hasil pendataan petugas, para anjal dan pengamen sebagian besar merupakan warga Kabupaten Malang. Ada juga dari mereka berasal dari Sampang Madura, Jombang serta Tulungagung. Operasi gabungan rencananya akan digelar secara periodik. (sun/iwd)










































