Enam Begal Beraksi di Madiun Ditangkap, Dua Orang di Bawah Umur

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 29 Mar 2019 12:15 WIB
Polres Madiun Bekuk 6 Pelaku Begal/Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Enam begal yang beraksi ditangkap Satuan Reskrim Polres Madiun Kabupaten. Dari enam begal, dua di antaranya di bawah umur. Sehingga mendapat penanganan khusus.

"Jadi untuk pelaku begal semua ada enam orang yang kita amankan. Sedangkan untuk dua dari enam pelaku ini masih anak di bawah umur sehingga mendapat penanganan khusus," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan di kantornya Jumat (29/3/2019).

Aksi begal yang dilakukan enam pelaku itu terjadi, Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Lokasi pembegalan, kata kapolres, di Jalan Raya Madiun-Surabaya masuk Desa Garon Kecamatan Balerejo.

"Dalam menjalankan aksinya, ke enam pelaku ini ada yang menggunakan senjata tajam berupa pisau. Pisau ini digunakan untuk mengancam salah satu korban yang mengendarai sepeda motor untuk menyerahkan barang berharga," katanya.

Sementara dua dari empat pelaku di bawah umur itu berasal dari Kecamatan Saradan Mereka yakni, AF (17) dan AD (17).


"Untuk tersangka yang di bawah umur kita lakukan penanganan secara khusus, namun tetap kita proses," ujarnya.

Sedangkan empat pelaku lain yakni tiga orang dari satu kampung yakni Khoirul Joko (19), Edhi S alias Esok (20), dan Ari alias Genggek (20) warga Desa Klumutan Kecamatan Saradan. Sedangkan satu pelaku yakni warga Desa Sumbersari Kecamatan Saradan atas nama Mashruf alias Arif (20).

"Dari keterangan para pelaku, mereka sebelumnya minum-minuman keras dan mabuk. Hingga hasil rampasan barang berharga untuk pesta miras," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro.

Kini, polisi mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa tiga unit sepeda notor. Tiga unit sepeda motor tersebut yakni Honda Kharisma warna hitam Nopol AE 5025 EV, dan dua Honda Vario warna Hitam No Pol AE 5584 L dan nopol AE 2557 GU.

Selain mengamankan tiga unit sepeda motor, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam korban yang berjumlah lima orang.

Kelima korban yakni Pandugiri (14) pelajar Kelas VIII MTs V Madiun, Nasrul (15) pelajar Kelas IX SMPN 1 Mejayan, Adittya (13) pelajar kelas VII MTS V Madiun. Kemudian Safiyulloh (14) pelajar kelas VIII SMPN 1 Mejayan dan Ridho Cahyo (14) Pelajar MtsN Mejayan. (fat/fat)