detikNews
Senin 25 Maret 2019, 16:05 WIB

Spanduk 'Rakyat Jokowi', Pakar Bahasa: Biasa Dilebih-lebihkan dan Didramatisir

Amir Baihaqi - detikNews
Spanduk Rakyat Jokowi, Pakar Bahasa: Biasa Dilebih-lebihkan dan Didramatisir Spanduk 'Rakyat Jokowi'/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Pakar Bahasa Henri Nurcahyo menilai tidak ada yang salah dengan spanduk bertuliskan 'Rakyat Jokowi' yang banyak tersebar di Jawa Timur. Karena menurutnya hal itu lumrah saja.

"Ya nggak apa-apa, dalam konteks politik ini kita nggak bisa mengartikan secara baku, selalu ada dramatisasi dan pelebih-lebihan," kata Henri saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/3/2019).

"Meski kalau keterlaluan kadang sampai ke arah pembodohan," tambah penulis buku 'Memahami Budaya Panji' itu.

Dikatakan Henri, dalam dunia politik hiperbola dan dramatisasi merupakan hal yang lazim. Sebab hal itu memang dibutuhkan untuk menggaet pemilih bahkan juga untuk memprovokasi lawan politiknya.


"Dalam dunia politik itu kan biasa selalu dilebih-lebihkan dan didramatisir biasa. Ya supaya bisa berlebihan sesuai dengan maksudnya. Memang itu maksudnya (Memprovokasi). Dengan menggunakan kata 'rakyat' supaya rakyat terprovokasi maksudnya," terang Henri

"Tapi kalau saya ditanya apa makna di spanduk itu saya artikan pengikut atau pendukung. Bisa jadi rakyatmu itu kan pendukungmu. Tidak mesti dalam artian rakyat Jokowi kalau yang tidak mendukung, bukan rakyat Jokowi. Itu terlalu kaku dan sederhana dalam mengartikan rakyat," tandasnya.

Sementara saat menanggapi kritik Rocky Gerung terkait spanduk 'Rakyat Jokowi' Henri menilai Rocky terlalu kaku dalam mengartikan kata 'rakyat'. Namun dia memaklumi apa yang disampaikan oleh Rocky. Sebab sebagai seorang oposan, hal itu juga lumrah.

"Rocky itu terlaku kaku mengartikan rakyat. Kalau saya mengartikan rakyat ya pengikut. Ya maklum lah dia oposan selalu cari celah ya wajar saja," tegas Henri.


Sebelumnya, Rocky Gerung mengritik banyaknya spanduk bertuliskan kalimat sentimentil 'Rakyat Jokowi'. Menurutnya spanduk itu banyak dilihatnya selama berkeliling di Jawa Timur. Tak hanya mengritik spanduk, ia juga menilai Badan Pengawas Pemilu tidak akan berani menertibkan spanduk tersebut.

"Saya seminggu lalu muter-muter Jawa Timur, Tuban, Lamongan, Jember, dan itu sepanjang kawasan-kawasan strategis Jatim ada baliho gede-gede, tulisannya 'Kami rakyat Jokowi' dan Bawaslu nggak negur yang pasang spanduk itu," ujar Rocky.

"Sebenarnya itu spanduk yang berbahaya dan nggak masuk akal karena rakyat itu lebih panjang usianya daripada usia Presiden Jokowi. Rakyat itu abadi, rakyat itu tidak mungkin berubah. Presiden diganti setiap lima tahun, rakyat nggak diganti. Jadi kalau disebut 'Kami rakyat Jokowi' berarti 17 April nanti mereka tidak lagi jadi rakyat. Kan logikanya begitu. 'Kami rakyat Jokowi', yang lain tuyul apa," kata Rocky waktu itu.


Saksikan juga video 'Gelar Konvensi Rakyat, Jokowi Akan Gaungkan Optimisme':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed