DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 21:49 WIB

Kata TKD Soal Rocky Gerung Sindir Poster 'Kami Rakyat Jokowi' di Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Kata TKD Soal Rocky Gerung Sindir Poster Kami Rakyat Jokowi di Jatim Ketua TKD Jatim/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Rocky Gerung mengaku mendapati poster yang bertuliskan 'Kami Rakyat Jokowi' selama kunjungannya di beberapa daerah di Jatim. Rocky pun menyindir Bawaslu yang tidak menertibkan hal tersebut.

Rocky mengatakan, saat ini masih terdapat spanduk-spanduk yang mendukung salah satu paslon dengan kalimat sentimentil. Dia mencontohkan, salah satu spanduk tersebut yaitu bertulisan 'Kami rakyat Jokowi', namun menurutnya Bawaslu tidak melakukan peneguran.

"Saya seminggu lalu muter-muter Jawa Timur, Tuban, Lamongan, Jember, dan itu sepanjang kawasan-kawasan strategis Jatim ada baliho gede-gede, tulisannya 'Kami rakyat Jokowi' dan Bawaslu nggak negur yang pasang spanduk itu," kata Rocky saat di acara Aliansi Pengusaha Nasional, yang digelar di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019).

Menanggapi hal ini, Ketua TKD Jatim Irjen (Purn) Machfud Arifin mengaku poster tersebut dipasang salah satu relawan. Dia pun memaklumi hal ini. Menurutnya, merupakan hal biasa jika Rocky Gerung memprotes hal ini lantaran perbedaan pandangan.


"Ya anu (relawan) aja bawa nama Pak Jokowi, secara personal aja. Perbedaan kan mesti ada, ya ndak apa," kata Machfud saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Jumat (22/3/2019).

Machfud juga menyebut, Rocky yang senantiasa mengkampanyekan akal sehat, memiliki kelompok yang justru tidak waras. Misalnya saja, viral ustaz di Banyuwangi yang mengatakan jika Jokowi terpilih akan melegalkan zina.

"Rocky Gerung kan ngakunya akal sehat. Tapi banyak kelompoknya uang ndak waras. Saya kasih contoh di masjid, relawannya ngomong Jokowi menang, perzinahan akan dilegalkan. Percaya ndak kayak gitu? Ndak mungkin!" imbuh Machfud.

Selain itu, Machfud pun menyoroti jika kabar tersebut sudah pasti hoaks. Menurutnya, Kiai Ma'ruf juga telah menegaskan jika sampai mati tak akan mengizinkan adanya zina yang diorganisir.

"Kalau dilegalisir kan akan dimasukkan UU oleh pemerintah sama DPR, ya ndak mungkin lah. Kiai Maruf juga sudah menjawab di debatnya sampai mati tidak akan seperti itu," pungkasnya.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed