DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 16:45 WIB

Warga Mojokerto Syukuri Melimpahnya Air dengan Festival Mojotirto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Warga Mojokerto Syukuri Melimpahnya Air dengan Festival Mojotirto Festival Mojotirto di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pemkot Mojokerto menggelar Mojotirto Festival untuk mensyukuri air yang melimpah sepanjang tahun. Festival ini dibuka dengan ritual larung 7 sumber mata air di Sungai Kotok.

Sebanyak 7 cawan berisi air kembang dikirab oleh para penari berbusana layaknya putri Majapahit. Air dari sumber di 7 kelurahan yang dilalui Sungai Kotok ini dikirab dari atas Jembatan Rejoto menuju ke lokasi pembukaan festival, yakni di bantaran sungai tepat di bawah jembatan tersebut.

Kirab juga diikuti ribuan warga dan pelajar yang memakai busana tradisional layaknya di zaman Majapahit. Tiba di lokasi, air dalam 7 cawan itu diserahkan ke 7 lurah. Para penari lantas beraksi mempertunjukkan tarian Bedoyo Air di hadapan Forkopimda Kota Mojokerto. Ritual dilanjutkan dengan penyerahan ketujuh cawan ke Wali Kota Ika Puspitasari dan 6 anggota Forkopimda lainnya. Mereka lantas melarung ketujuh cawan tersebut ke Sungai Kotok.

"Kebetukan bertepatan dengan hari air sedunia 22 Maret. Kita ucapkan syukur kepada Allah SWT karena sepanjang tahun selalu berlimpah dengan air. Ini kelebihan yang kita miliki," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kepada wartawan di lokasi Mojotirto Festival, Jumat (22/3/2019).

Tak hanya air dari 7 sumber yang dilarung, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu juga melepasliarkan 5 ribu benih ikan jenis rengkik atau baung ke Sungai Kotok. Didampingi suami dan wakilnya Achmad Rizal Zakaria, Ning Ita pasar makanan dan minuman tradisional di atas Jembatan Rejoto.


Jembatan penghubung Kelurahan Pulorejo dengan Blooto ini dipenuhi dengan lapak yang menjual aneka makanan dan minuman tradisional. Mulai dari klepon, onde-onde, madu mongso, ketan sambal, kucur, kerupuk, jamu kunyit, sari buah markisa, sari asem jawa, jenang jawa, hingga kue serabi dan nasi jagung.

Festival Mojotirto di Mojokerto/Festival Mojotirto di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto

Ning Ita menjelaskan, Mojotirto Festival sekaligus menjadi bukti warga Kota Onde-onde masih melestarikan budaya Majapahit. "Kita harus bangga dulu Mojokerto menjadi ibu kota Majapahit. Dengan spirit Majapahit, kami ajak seluruh elemen untuk bersinergi wujudkan Kota Mojokerto yang maju," terangnya.

Dia menambahkan, Mojotirto Festival tahun ini sengaja digelar di wilayah barat Kota Mojokerto. Pihaknya berharap, wilayah yang kini masih sepi itu secara perlahan menjadi pusat keramaian baru di Kota Onde-onde.

"Ke depan wilayah barat akan menjadi pusat keramaian, lokasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Saya yakin warga akan mendapatkan dampak ekonomi dan sosialnya," tandasnya.

Hari pertama Mojotirto Festival pagi tadi diisi dengan sejumlah kegiatan, yaitu Program Kali Bersih (Prokasih) serentak di Sungai Kotok, serta lomba mewarnai dan musikalisasi puisi di Taman Kota, Kelurahan Pulorejo. Sementara di hari ke dua, diisi dengan permainan tradisional di Jembatan Rejoto, lomba dayung di DAS Brangkal, serta pasar tradisional dan ludruk di Jembatan Rejoto.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed