DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 16:26 WIB

Belasan Mama Muda di Trenggalek Laporkan Dugaan Investasi Bodong

Adhar Muttaqin - detikNews
Belasan Mama Muda di Trenggalek Laporkan Dugaan Investasi Bodong Mama mudal laporkan investasi bodong/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Belasan mama muda di Trenggalek mengaku menjadi korban investasi dan arisan bodong, uang tunai ratusan juta yang disetor lenyap tidak kembali. Sedangkan owner investasi mengaku kolaps dan tidak sanggup membayar.

Para korban mendatangi Unit Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek untuk menanyakan pengaduan terhadap E warga Kecamatan Pogalan yang diduga menjadi owner investasi dan arisan tersebut.

Salah seorang korban investasi bodong, Kiki mengatakan saat awal investasi para nasabah dijanjikan akan mendapatkan bunga atau keuntungan sebesar Rp 900 ribu/bulan setiap Rp 4 juta dari uang yang ditanamkan. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Jumlah uang yang disetor para nasabah bervariasi mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Investasi itu mulai dijalankan sekitar tiga tahun yang lalu, saya sendiri baru ikut sekitar satu tahun belakangan, awalnya arisan kemudian dia bikin investasi, saat awal-awal ya lancar, kemudian Desember 2018 owner mengaku kolaps dan tidak sanggup lagi menjalankan bisnis itu," kata Kiki, Jumat (22/3/2019).

Ia sempat berpikir, meskipun kolaps pimpinan investasi akan mengembalikan modal pokok yang telah disetorkan, namun kenyataannya justru terbalik dan owner menyatakan tidak sanggup membayar. Bahkan program arisan yang dijalankan juga ikut macet.

"Saya sendiri sudah setor di atas Rp 100 juta untuk investasi dan puluhan juta rupiah untuk arisan," ujarnya.


Hal senada disampaikan korban lain, Desi warga Desa Rejowinangun. Menurutnya saat pemilik bisnis arisan tersebut ditagih hanya bisa janji-janji, namun tanpa ada realisasi.

"Ya awalnya janji aja. Bilang mau nyicil lah apalah, mau ngejual rumah buat nyicil, masih ditawarkan rumahnya tp gaada yg cocok," katanya.

Bahkan dalam proses klarifikasi dan penagihan, owner arisan dan investasi tersebut dinilai justru memutarbalikkan fakta dan menyalahkan para nasabah. Puncaknya, para nasabah justru dikeluarkan dari grup percakapan.

"Total kerugian kalau yang member Trenggalek saja sekitar Rp 800 juta," imbuhnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana membenarkan adanya pengaduan tersebut, pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan.

"Pengaduan sekitar dua minggu yang lalu, mereka merasa tertipu dengan investasi yang dilakukan. Sekarang masih penyelidikan, hari ini tadi kami minta keterangan pihak pengelola investasi itu," ujar Sumi Andana.

Pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait untuk menyelidiki kasus ini, mulai dari Bank Indonesia (BI) hingga OJK.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed