detikNews
Kamis 21 Maret 2019, 18:05 WIB

Garap Pemilih Pemula, TKD Jatim Bikin Flash Mob Hingga Libatkan Selebgram

Hilda Meilisa - detikNews
Garap Pemilih Pemula, TKD Jatim Bikin Flash Mob Hingga Libatkan Selebgram Ketua TKD Jatim/File: detikcom
Surabaya - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf menilai survei LitBang Kompas sebagai pelecut semangat. TKD Jatim optimis dengan berbagai strategi kampanye kreatif yang dilakukan untuk membidik segmen pemilih Gen Z.

Hasil survei Litbang Kompas menyebutkan kelompok pemilih pemula berusia di bawah 22 tahun atau Generasi Z, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat suara 47 persen dibanding Jokowi-Ma'ruf sebesar 42,2 persen. Adapun yang masih merahasiakan pilihannya 10,8 persen.

"Seperti kemarin kita bikin flash mob di beberapa pusat perbelanjaan. Dan ini akan terus berlanjut. Kemudian kita libatkan influencer, selebgram di media sosial. Ada lebih dari 50 influencer media sosial yang kita ajak bareng. Modelnya soft selling, pelan-pelan menggiring orang memilih Pak Jokowi. Semuanya berkampanye kreatif. Selain tentu masuk ke komunitas-komunitas dan door to door," ujarnya, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, TKD Jatim mengoptimalkan jaringan tokoh agama yang tersebar di seluruh Jatim. "Jangan lupa, Gen Z itu bukan hanya anak-anak muda di kota. Di lingkungan pesantren dan sekitarnya jumlahnya luar biasa. Tentu ini pasti melihat Kiai Ma'ruf, selain tentu para gus, kiai, dan tim bersinergi memperkuat suara di segmen ini," ujar mantan Kapolda Jatim tersebut.


Machfud menjelaskan, Prabowo-Sandi unggul di Gen Z berdasarkan survei Kompas lantaran menilai Sandi sebagai sosok muda yang cerdas. Namun, kata dia, ternyata citra diri Sandi itu terpatahkan saat debat Cawapres lalu.

"Saya yakin preferensi Gen Z itu berubah setelah debat Cawapres kemarin ya. Debat itu membuktikan bahwa pemikiran dan kiprah seorang pemimpin yang teduh dan cerdas seperti KH Maruf Amin jauh lebih penting ketimbang tampilan fisik khas Sandiaga. Gen Z akan terbuka pandangannya, karena sebelumnya kan mereka belum melihat sosok Kiai Maruf secara utuh, hanya lihat sensasi-sensasi dan tampilan fisik Sandiaga," ujarnya.

Oleh karena itu, ringkasan-ringkasan video debat cawapres itu pun disebarkan oleh kalangan TKD Jatim. "Kita masukkan grup-grup WhatsApp, bahkan sampai pakai LINE karena aplikasi itu cukup banyak dipakai anak-anak usia 18-19 tahunan," ujarnya.

"Kita juga masifkan program-program pro-anak muda seperti Kartu Pra Kerja dan pengembangan seribu startup yang berhasil dilakukan Pak Jokowi. Ini bukti nyata kepemimpinan pro-anak muda, bukan hanya tampilan fisiknya saja," imbuhnya.


Machfud menambahkan, pihaknya juga akan mempertebal marjin di segmen milenial muda usia 22-30 tahun dan milenial matang usia 31-40 tahun.

"Generasi milenial ini dari yang pemula sampai matang usia 40 tahun, kalau dijumlah sekitar setengah dari jumlah pemilih di Jatim. Jadi tentu ini menjadi fokus. Semua langkah yang dilakukan otomatis juga menyasar mereka yang belum menentukan pilihan," pungkasnya.

Simak Juga "TKD Garut Cabuti Poster Jokowi-Ma'ruf Amin yang Dipaku di Pohon":

[Gambas:Video 20detik]





(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed