detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 12:05 WIB

Situs di Tol Pandaan-Malang Runtuh Tergusur Permukiman Zaman Belanda

Muhammad Aminudin - detikNews
Situs di Tol Pandaan-Malang Runtuh Tergusur Permukiman Zaman Belanda Situs Sekaran di tol Pandaan-Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Situs Sekaran diyakini sebagai bangunan suci yang menghadap Gunung Semeru. Pada masanya situs Sekaran disebut sebagai bangunan megah sebelum runtuh karena adanya perkampungan di sekitar lokasi situs. Upaya penyelamatan kini tengah dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

"Dulu merupakan bangunan suci yang megah di zamannya. Menghadap ke Gunung Semeru, kemungkinan rusak karena ada kampung Ngadipura di zaman Belanda," terang Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said, Rabu (20/3/2019).

Aktivitas masyarakat di waktu itu, kata dia, berdampak pada keberadaan situs. Kini hanya bisa ditemukan susunan bata sebagai pondasi gapura dari bangunan suci tersebut yang disertai altar yang menjadi tempat arca dan sesajen di belakang.

"Setelah berdiri permukiman masyarakat banyak datang mengambil dan sebagainya. Tapi memang bukan bangunan permanen ke atas (vertikal), tetapi batur (altar) dulu lalu tiang dan baru ada atap," beber Andi.

Temuan situs Sekaran juga dikatakan sebagai penemuan terbesar tahun 2019. Keberadaannya juga menjadi bahan literasi baru kejayaan masa lampau.

Arkeolog tengah memburu bagian lain dari pondasi paduraksa atau gapura dari bangunan suci itu. Lokasi penyingkapan atau penggalian difokuskan di bagian sisi timur.


"Kami masih terus mencari paduraksa di sisi lain, karena harusnya ada dua. Yang sekarang baru ditemukan satu, yakni pondasi paduraksa atau pintu gerbang dari bangunan suci yang menghadap ke Gunung Semeru (timur)," terang Andi.

Upaya pencarian sisi lain dari paduraksa dilakukan dengan menggali pada bagian timur laut. Diharapkan penyingkapan material tanah bisa mengungkap tatanan bata sebagai pondasi di sisi satunya.

"Untuk mencari sisi lain dari paduraksa dilakukan penggalian di sisi timur, semoga saja menemui titik terang," ungkapnya.

Andi juga menyebut altar yang ditemukan dalam bentuk persegi berukuran sekitar 2x2 meter yang terletak radius 5 meter dari pondasi gapura. "Batur atau biasa disebut altar sebagai tempat arca dan sesajen yang berada di belakang gapura," bebernya.


Menurut Andi, era keberadaan dari situs Sekaran diyakini sudah berdiri sebelum Pra-Majapahit atau di era Dinasti Song abad X. Dinasti Song memerintah Cina sejak 960 masehi sampai dengan 1279 masehi.

Hal ini diperkuat dengan temuan uang gobog yang dilengkapi tulisan pada masa dinasti itu di sekitar lokasi situs. "Temuan koin atau uang gobog menunjukkan pada masa Dinasti Song abad X sebelum Majapahit," tegasnya.

Lokasi penggalian sudah berjalan 8 hari meluas sampai radius 23 x 23 meter. Situs Sekaran berada di Km 37+700 tol Pandaan-Malang atau di wilayah Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

BPCB Jawa Timur mengaku pasca ekskavasi, pengelolaan situs akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.


Simak Juga "Fakta Baru Situs Sekaran di Tol Pandaan-Malang":

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed