DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 19:02 WIB

Destinasi Andalan Banyuwangi Unjuk Gigi di Event Pariwisata Malaysia

Ardian Fanani - detikNews
Destinasi Andalan Banyuwangi Unjuk Gigi di Event Pariwisata Malaysia Matta Fair 2019 di Kuala Lumpur/Foto: Istimewa
Banyuwangi - Kementerian Pariwisata kembali membawa Banyuwangi ke Matta Fair 2019 di Kuala Lumpur. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu di-branding lengkap oleh Kemenpar.

Ajang yang digelar mulai 15-17 Maret 2019 itu merupakan event pariwisata terbesar di Malaysia yang selalu dikunjungi ratusan ribu orang. Karenanya, Wonderful Indonesia langsung tancap gas dan Banyuwangi menjadi salah satu destinasi yang ditawarkan ke pasar Malaysia.

"Ada banyak lokasi menarik di sana," ujar Menpar Arief Yahya yang juga asli Banyuwangi itu dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (17/3/2019).

Faktanya, Kabupaten Banyuwangi memiliki reputasi kepariwisataan yang keren. Banyuwangi sukses mendatangkan 4,83 juta wisatawan nusantara dan 98.970 wisatawan mancanegara per tahun.


Yang suka gunung, ada blue fire. Pemandangan alam semacam kompor seluas 5.000 hektare di atas gunung Ijen. Fenomena tersebut hanya bisa dinikmati di dua negara saja, yakni di Banyuwangi dan Islandia.

Soal pantai, arena surfing dan tempat diving, Arief Yahya menjagokan Pantai G-Land. Destinasi yang juga disebut Pantai Plengkung itu sangat populer di kalangan peselancar domestik dan mancanegara. Pantai Plengkung memiliki ombak yang sangat ideal untuk berselancar bahkan mendapat julukan The Seven Giant Waves Wonder.
Matta Fair 2019 di Kuala Lumpur
Hal ini dikarenakan ombak di tempat wisata itu berbentuk tujuh gulungan besar dengan ketinggian mencapai 6 meter. Ombak di pantai ini juga disebut sebagai ombak terbaik kedua di dunia setelah ombak di Hawaii. Di mana, saat terbaik untuk berselancar di Pantai Plengkung adalah antara bulan Juli - September.

"Siapapun akan terkagum-kagum melihat fenomena alamnya. Traveller Malaysia, ayo ke Banyuwangi," ajak Arief.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik promosi yang dilakukan Kemenpar. Banyuwangi saat ini terus melakukan perbaikan infrastruktur di beberapa destinasi wisata di Banyuwangi.

"Adanya penerbangan langsung rute Banyuwangi-Kuala Lumpur menjadi penyemangat kami melakukan persiapan yang matang. Secara cepat kita lakukan perbaikan infrastruktur yang tentunya diharapkan bisa membuat nyaman wisatawan datang ke Banyuwangi," kata Anas.

Rujukan destinasinya banyak. Selain Ijen dan G-Land, Banyuwangi juga masih punya Pantai Rajegwesi. Pantai yang terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran itu merupakan tempat wisata alam sekaligus sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Kemudian Pantai Watu Dodol yang terkenal dengan bongkahan batu besar dan patung Gandrung atau penari khas Banyuwangi.

Ada juga Teluk Hijau yang memiliki air yang jernih kehijauan. Tempat wisata yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini memiliki hamparan pasir putih yang lembut dan dikelilingi hutan tropis.


Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Zona I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa ikut merekomendasikan Pantai Pulau Merah. Baginya, destinasi itu sangat eksotis.

"Bibir pantainya berwarna merah loh," ujar Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Kemudian Teluk Hijau 'Green Bay' punya cerita lain lagi. Destinasi ini ikut direkomendasikan ke Pasar Malaysia lantara traveller bisa merasakan udara segar pantai yang bercampur dengan udara hutan-hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri.

"Silakan datang dan buktikan sendiri," pungkas Kiki yang diamini Asisten Deputi Pemasaran I Regional II, Adella Raung.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed