DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 13:12 WIB

Longsor di Trenggalek, Dua Rumah Rusak dan Akses Jalan Terputus

Adhar Muttaqin - detikNews
Longsor di Trenggalek, Dua Rumah Rusak dan Akses Jalan Terputus Longsor di Trenggalek timpa dua rumah/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Bencana tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Trenggalek. Akibat longsor, dua rumah warga rusak dan beberapa akses jalan tertutup material longsor.

Di Kecamatan Panggul, tanah longsor terjadi di Dusun Pegat, Desa Depok, lereng tebing setinggi puluhan meter longsor. Akibatnya rumah milik Jemani serta Jaiman rusak parah akibat tertimbun longsor.

"Untuk rumah Pak Jemani kondisinya rusak parah, 80 persen kerusakannya, tembok jebol dan sekarang tidak dapat ditempati lagi. Sedangkan untuk rumah Pak Jaiman juga jebol temboknya," kata Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek wilayah Panggul, Suratno, Minggu (17/3/2019).


Saat ini warga dibantu BPBD, TNI dan polisi dan sejumlah relawan bergotong royong untuk membongkar rumah milik Jemani dan menyelamatkan sejumlah barang barang yang ada di dalamnya.

Selain itu longsor juga terjadi di ruas jalan di Desa Tangkil dan Desa Kertosono, sehingga akses warga menjadi terganggu. Untuk longsor di Tangkil masih belum bisa dibuka lantaran kondisinya yang masih labil dan berbahaya, sedangkan di Kertosono mulai dilakukan gotong royong pembukaan akses.

"Hujan di wilayah selatan Trenggalek memang cukup tinggi intensitasnya, sehingga memicu longsor ini," kata Suratno, Minggu (16/3/1019).

Sementara itu tanah bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Dongko, Kapolsek Dongko, AKP Tri Basuki, mengatakan dua titik tanah longsor terjadi di Dusun Ngandong, Desa Siki, Kecamatan Dongko. Satu titik berada di RT 62 dan titik lain di RT 63.

Longsor di Trenggalek, Dua Rumah Rusak dan Akses Jalan TerputusFoto: Adhar Muttaqin

"Yang di RT 62 itu tebing setinggi 35 meter longsor dan menutup akses jalan desa, sehingga masyarakat tidak bisa lewat situ, ada enam RT yang terisolir," kata Tri Basuki, Minggu (17/3/2019).

Warga yang hendak keluar desa harus melalui jalur alternatif di Dusun Senuli dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Hingga kini kondisi jalur masih tertimbun material longsor.

"Di lokasi itu juga ada satu rumah warga yang terancam longsor, karena posisinya di pinggir tebing," ujarnya.
Sementara itu kondisi titik longsor kedua di RT 63 juga relatif parah, tebing setinggi 25 meter ambrol dan menimpa satu rumah milik Kadiyah (63). Timbunan longsor mengakibatkan dinding rumah mulai retak-retak dan muncul rembesan air.


Menurut polisi, kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian saat ini masih relatif labil, sehingga warga yang gotong royong membersihkan material longsor diimbau untuk berhati-hati dan waspada.

"Ini kalau sampai hujan terus menerus lebih berbahaya dan bisa terjadi longsor susulan. Terlebih jatuhnya air itu ke titik yang longsor itu. Pemilik rumah saya minta mengungsi dulu agar selamat," jelasnya.

Tri Basuki menjelaskan, kejadian tanah longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah Dongko dan sekitarnya, sehingga kondisi tebing menjadi labil dan terjadi longsor.



Tonton juga video Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ambles:

[Gambas:Video 20detik]


(bdh/sun)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +