DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 13:44 WIB

Mediasi Gagal, Buruh di Madiun Segel Gudang dengan Dirikan Tenda

Sugeng Harianto - detikNews
Mediasi Gagal, Buruh di Madiun Segel Gudang dengan Dirikan Tenda Aksi mogok kerja di Madiun/Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Sekitar 60 buruh PT Cipta Gagas Lestari (Grup PT Wings Surya Surabaya) Kota Madiun melakukan penyegelan pintu gerbang. Penyegelan dilakukan oleh buruh kontrak dengan mendirikan tenda di pintu gerbang utama gudang.

Tenda terpal warna biru tampak dipasang oleh para buruh dengan mengikatkan ke pintu gerbang. "Kemarin enam yang di PHK kini bertambah dua jadi delapan. Pasti akan bertambah lagi sampai 11 nanti. Semua diintimidasi dengan surat di kirim ke rumah buruh menyebut kalau tidak masuk kerja akan di PHK," ujar salah satu karyawan yang aktif sebagai pengurus Federal Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wahyu Kurniawan kepada wartawan di lokasi, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Wahyu, meski dirinya sudah diangkat karyawan tetap namun ingin memperjuangkan nasib rekannya untuk dipekerjakan kembali. Sementara tenda didirikan karena belum adanya titik temu dalam mediasi antara buruh dengan perusahaan.

"Kasihan mereka kalau di PHK sepihak. Disnaker harus didatangkan kembali sampai tuntutan kami dipenuhi," imbuhnya.


Akibat penyegelan para buruh, puluhan armada angkutan yang akan mengirimkan produk Wings tidak bisa bergerak. Sebagian karyawan yang tidak mogok nggak berani untuk mengeluarkan armada karena dihadang oleh puluhan buruh yang menggelar aksi.

Dari data yang dihimpun detikcom, selain dukungan solidaritas atas pemecatan rekan kerja, para buruh itu juga menuntut pengangkatan karyawan tetap bagi yang telah bekerja puluhan tahun. Karyawan mengaku, sejak perpindahan dari PT Wings Surya menjadi PT Cipta Gagas Lestari pada tiga tahun lalu, belum ada pengangkatan karyawan sama sekali.

"Ini ada yang sebelas tahun sejak masih PT Wings Surya menjadi PT CGL belum diangkat karyawan ada. Setiap tahun memperbarui kontrak," ujar salah satu karyawan yang tidak mau disebut namanya.

Ia juga mengaku belum mendapat pesangon atas perpindahan perusahaan tersebut. "Perpindahan saya dapat info seharusnya dapat pesangon, yang masa kerja berlanjut," imbuhnya.


Puluhan buruh yang mendirikan tenda di depan pintu gerbang utama itu tampak membentangkan spanduk organisasi buruh Federal Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Sebagian dari mereka tampak tiduran dengan menggelar tikar plastik.

Puluhan anggota kepolisian Polresta Madiun tampak memantau aksi mogok puluhan buruh agar tidak anarkis. Sementara pihak perusahaan belum ada yang keluar untuk melanjutkan mediasi. Aksi mogok tersebut memasuki hari ketiga sejak Kamis (14/3).

PT Cipta Gagas Lestari (CGL) yang merupakan distributor produk dari PT Wings Surya menyikapi itu dengan pengenaan sanksi kepada yang melakukan aksi. "Jadi begini, karena mogok kerja itu tidak sah, jadi kita akan mengambil tindakan sesuai undang-undang yang berlaku," kata Staf Legal Officer PT Cipta Gagas Lestari, Yori Gunawan kepada detikcom di kantornya Jumat (15/3).
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed