DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 21:45 WIB

Cerita Aktivitas Jemaah Thoriqoh Musa di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Cerita Aktivitas Jemaah Thoriqoh Musa di Mojokerto Udin dan Istri/Foto: Enggran Eko Budianto
FOKUS BERITA: Warga Terdoktrin Kiamat
Mojokerto - Jemaah Thoriqoh Musa atau Thoriqoh Akmaliyah As-sholihiyah mempunyai sosok pemimpin di Mojokerto. Sosok pemimpin ini rutin menggelar pengajian di sebuah musala dan di rumahnya.

Pemimpin Thoriqoh Musa di Mojokerto yakni Muhammad Zainudin alias Udin (42). Ia merupakan warga Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Suami Hanik Masruroh (40) ini mempunyai 4 orang anak. Sebelum menikah dengan Masruroh, Udin tercatat sebagai warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko.

Seakan mengikuti jejak Udin, anak pertamanya sudah sekitar 2 tahun menuntut ilmu di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin pimpinan M Romli di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Adik kandung Udin, Santi Umami (36) mengatakan, kakaknya sempat bertahun-tahun menuntut ilmu di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin. Bapak empat anak itu juga meneruskan jejak almarhum bapaknya yang lama mengabdi kepada M Romli.

"SMA kelas satu kakak saya sudah mondok di sana. Berapa lama saya lupa," kata Santi kepada wartawan di rumahnya, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Jumat (15/3).


Santi bercerita, Sepulang mondok Udin tak langsung mengajarkan ilmunya ke orang lain. Baru setelah menikah, dia memiliki beberapa orang pengikut. Salah satunya pasangan suami istri, Risky (25) dan Khurotul Aini (23), warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto yang saat ini tengah mondok sebulan di Malang.

Menurut Santi, Udin rutin menggelar pengajian di musala yang terletak di belakang rumahnya. Pengajian itu digelar setiap Selasa dan Rabu malam pukul 19.00-21.00 WIB. Musala di pekarangan milik ibunya itu dibangun dari uang hasil iuran para pengikut Udin di Mojokerto.

"Ngajinya kalau Selasa istigasah, Rabu kitab, tak tau kitab apa. Paling banyak yang ikut 7-8 orang. Saya tidak ikut," imbuhnya.

Pengajian di musala tersebut digelar Udin sejak lebih dari 3 tahun yang lalu. Sebelum musala berdiri, suami Masruroh ini menggelar pengajian yang sama di rumah istrinya di Desa Klinterejo. Hal itu dibenarkan mertua Udin, Nur Hayat (66).

Di mata Hayat, Udin merupakan orang dekatnya M Romli, pimpinan Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin, Malang. Menurut dia, Udin sibuk mengurusi urusan pondok tersebut. Aktivitas Udin itu menggantikan peran almarhum besannya yang dulu juga menjadi orang dekat M Romli.


"Dia seperti badalnya (pengganti atau wakil) Pak Romli. Kalau ngaji di sini seperti istigasah gitu. Saya tidak pernah ikut, hanya dengar dari rumah saya karena suaranya cukup kencang," kata Hayat.

Namun, rumah seluas 5x12 meter persegi ini sudah dijual istri Udin, Hanik Masruroh ke saudaranya, Khamim (50). Rumah warisan dari Nur Hayat ini hanya laku Rp 35 juta. Letaknya persis di belakang rumah Hayat.

"Setelah menjual rumah, Udin berangkat ke Malang bersama putri dan cucu saya tanggal 27 Februari 2019. Pamitannya tinggal di pondok pimpinan Romli itu," imbuhnya.

Keberangkatan Udin ke Malang bersama istri dan keempat anaknya. Nur Hayat mengaku sempat menyusul putrinya ke Malang. Namun, niatnya menemui Masruroh saat itu kandas. Karena saat itu sedang ada pemeriksaan oleh polisi di pondok pimpinan Romli.

"Saya dilarang masuk ke pondok oleh polisi, banyak orang di sana," lanjutnya.


Sementara Paman Masruroh, Khamim (50) menuturkan, saat menjual rumah kepada dirinya, keponakannya itu mengaku akan menyerahkan uang tersebut ke Romli. Menurut dia, Masruroh dijanjikan Romli tempat tinggal di Malang.

"Hanik (panggilan akrab Masruroh) bilang uang diserahkan ke Romli karena di sana dikasih rumah. Ternyata abahnya ngecek, mereka ngekos di sana," paparnya.

Kepada dirinya, Masruroh mengaku ingin beribadah dengan tenang di Malang. Dia berharap Masruroh dan anak-anaknya segera pulang.

"Harapan saya kembali lagi ke keluarga. Walaupun rumah sudah dijual, saya toleransi. Boleh ditempati lagi sambil nyicil ke saya," pungkasnya.
(sun/bdh)
FOKUS BERITA: Warga Terdoktrin Kiamat
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed