detikNews
Jumat 15 Maret 2019, 18:53 WIB

Pasutri Ini Tersihir Fatwa Kiamat, Katanya Uang Tak Laku Lagi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pasutri Ini Tersihir Fatwa Kiamat, Katanya Uang Tak Laku Lagi Ninik menunjukkan foto putri dan menantunya/Foto: Enggran Eko Budianto
FOKUS BERITA: Warga Terdoktrin Kiamat
Mojokerto - Sepasang suami istri asal Kabupaten Mojokerto diduga turut terpapar isu kiamat sudah dekat. Mereka bergabung ke Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang setelah menjual harta benda untuk bekal.

Pasutri yang dimaksud yakni Risky (25) dan Khurotul Aini (23). Mereka warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Ibu kandung Aini, Ninik Suwarni (59) mengatakan, putrinya itu berangkat pada Kamis (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut dia, Aini berangkat bersama menantu dan teman dari menantunya, yaitu pasangan kekasih asal Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo. Suami istri itu diduga terpapar doktrin kiamat karena rela menjual harta benda seolah kehidupan akan segera berakhir dan tidak ada lagi masa depan.


"Kata dia ini sebentar lagi kiamat, kurang dua bulan entah bagaimana. Uang tak laku, saya heran uang kok tak laku," kata Ninik kepada wartawan di rumahnya, Jumat (15/3/2019).

Ninik menjelaskan, Aini dan Risky menjual beberapa barang berharga sebelum berangkat ke Malang. Meliputi 1 sepeda motor seharga Rp 6 juta, gelang emas seharga Rp 1,7 juta, seperangkat sound dan kipas angin, serta uang tabungan Rp 3 juta.

"Pamitnya mondok ke Malang, ngaji Rejeban (mengaji bulan Rajab), tapi kok semua dijual? Katanya buat makan di sana, buat biaya hidup di sana, bilangnya gitu," imbuhnya.


Kepada Ninik, Aini mengaku menetap di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin, Malang selama satu bulan. Tiga hari yang lalu Ninik membesuk Aini ke Malang untuk mengajaknya pulang.

"Kondisinya baik-baik saja di sana. Malah saya diajak tinggal di sana juga," ujarnya.

Kepergian Aini membuat Ninik kesepian. Ibu tiga anak ini kerap menangis lantaran memikirkan putrinya itu. Dia berharap Aini segera pulang.

"Saya sendirian di rumah, ga ada teman ga enak, saya sampai nangis, tidur ga bisa, makan ga enak," pungkasnya sembari menyeka air mata.


Simak Juga "Penjelasan Ponpes di Malang Soal Fatwa Kiamat Sudah Dekat":

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
FOKUS BERITA: Warga Terdoktrin Kiamat
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com