Sumur Masih Kecokelatan, Korban Banjir Ngawi Keluhkan Air Bersih

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 13 Mar 2019 14:47 WIB
Korban banjir di Ngawi masih membutuhkan air bersih/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Lima hari pascabanjir yang melanda 26 desa di enam kecamatan di Madiun, warga masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Pasalnya, air sumur warga yang terdampak banjir masih berwarna kecokelatan.

"Ini air memang masih kecokelatan warnanya. Air bersih masih kita butuhkan warga," kata salah satu warga Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Arif (46) kepada detikcom Rabu (13/3/2019).

Untuk kebutuhan memasak dan minum, ia mengambil air dari tangki kiriman PDAM Ngawi. Namun saat ini stok air dalam tangki tersebut sudah habis.

"Ini sudah habis nunggu kiriman lagi, kalau untuk mandi masih layak," imbuhnya.


Pendapat senada juga disampaikan oleh warga lainnya yakni Veronika (35). Ia mengaku air sumur miliknya masih keruh. Air dari sumur tersebut hanya ia gunakan untuk mandi dan kebutuhan lainnya. Sedangkan untuk memasak tetap menggunakan air bersih.

"Masih belum bersih sempurna agak kecoklatan gitu. Kalau untuk mandi kita pakai air sumur tapi untuk minum kita ambil bantuan. Kalau masih ada alhamdulillah, kalau mboten wonten (tidak ada) ya harus bagaimana lagi. Air sibel (sumur pompa), masih keruh dan bau semua," kata Veronika.

Salah satu Kepala Dusun di Desa Kersikan, Wahyu Nur Cahyono mengatakan air bersih dari PDAM sudah tidak didistribusikan lagi. Menanggapi hal itu, warga berharap pihak Pemkab Ngawi untuk kembali melakukan pendistribusian air bersih.

"Ini PDAM sudah berhenti distribusi airnya. Mungkin kemarin sudah sepi warga yang ambil air bersih saat distribusi," kata Wahyu.


Plt Direktur PDAM Ngawi Herlina mengatakan, selama pascabanjir baru mendistribusikan tujuh tangki air bersih. Pendistribusian dilakukan selama tiga hari mulai Jumat (8/3).

"Soalnya, sudah tidak ada perintah dari BPBD untuk pendistribusian air tangki. Jadi terakhir hari Minggu kemarin," kata Herlina saat dihubungi detikcom.

Menurut Herlina, tujuh tangki air bersih kiriman PDAM yakni satu tangki di posko induk Kecamatan Geneng dan dua tangki di Desa Kersikan. Kemudian dua tangki di Desa Dempelan dan masing-masing satu tangki di Desa Plesetan serta Desa Waruktengah.

Seperti pantauan detikcom, tampak ada bantuan air bersih datang dari pihak swasta. "Ini kita lagi memberikan bantuan air bersih dan tandon air siapa tahu dibutuhkan," ujar Koordinator Rumah Belajar Dompet Dhuafa Kabupaten Madiun, Endang Darmiati. (sun/bdh)