DetikNews
Rabu 13 Maret 2019, 09:23 WIB

Mantan TKW Asal Blitar Ini Sukses Berwirausaha

Erliana Riady - detikNews
Mantan TKW Asal Blitar Ini Sukses Berwirausaha Mantan TKW Sukses Berwirausaha/Foto: Erliana Riady
Blitar - Wanita satu ini dikenal mantan TKW yang sukses berwirausaha. Namanya Sulisyaningsih, sosoknya mungil tapi semangatnya luar biasa. Berjuang mendobrak keterpurukan ekonomi keluarganya. Bahkan sekarang bisa menggandeng beberapa mantan TKW lainnya untuk membangun usaha bersama.

Perjuangan hidupnya dimulai saat bisnis keluarganya bangkrut tahun 2000. Atas izin suami, Sulis nekat bekerja keluar negeri ke Hong Kong tahun 2001. Namun ternyata, keputusan itu bukan menjadi solusi. Justru sebaliknya, masa depan anaknya terancam akibat badai perselingkuhan yang dilakukan ayahnya.

"Dua tahun saya ke Hong Kong. Uang saya habis dan suami saya harus bertanggung jawab atas kehamilan wanita lain. Tapi kontrak saya kurang tiga tahun. Mau tidak mau harus saya selesaikan," tutur wanita berusia 43 tahun ini kepada detikcom, Selasa (12/3/2019)

Praktis hasil jerih payah bekerja di negeri orang tak dinikmati. Pun oleh anak dan kedua orang tua yang merawat putri semata wayangnya. Namun Sulis masih beruntung. Dia mendapat majikan asal Australia yang paham dengan permasalahannya. Tahun 2005, Sulis disuruh pulang dan dicarikan pekerjaan di areal tambang batubara di Kalimantan.

"Saya bisa ajak anak saya kerja di Kalimantan. Saya kerja di sana 5 tahun. Dan pulang ke Blitar dengan modal lumayan untuk memulai usaha sendiri," jelas warga Desa Dayu Kecamatan Nglegok.

Mantan TKW Sukses ajak temannya Berwirausaha /Mantan TKW Sukses ajak temannya Berwirausaha / Foto: Erliana Riady

Sulis membeli lahan di kampungnya. Ditanami kacang tanah dan dirawat dengan sepenuh hati. Hasilnya, dia berhasil menjadi pemasok kacang untuk pabrik camilan ternama di Pati, Jawa Tengah.

"Alhamdulillah sebulan bisa setor dua kali ke Pati kapasitas 225 ton/bulan. Kalau satu kali antar itu dapat bayaran sekitar Rp 70 juta," ungkapnya.

Dari hasil panen kacang itu, Sulis lalu membeli kambing dan sapi. Kedua ternak ini digemukkan dan akan panen setiap tiga bulan. Sekarang kambing berjumlah 33 ekor dan sapinya sebanyak 16 ekor. Sisa keuntungan, dia pakai lagi dengan mengajak mantan TKI lain membuat usaha keripik, gula merah dan tas.

"Mereka yang pulang, saya ajak bikin usaha bersama. Saya ajak datang ke pelatihan ketrampilan yang difasilitasi berbagai stakeholder. Pokok apa saja agar mereka tidak berpikir balik kerja keluar negeri. Khususnya yang ibu rumah tangga," tandas wanita berhijab ini.

Ketua Perkumpulan TKI Purna dan Keluarga ( Pertakina) ini, menggandeng kemitraan dengan tiga mantan TKW membuat usaha kecil ini. Omzetnya masih sekitar Rp 15 juta per bulan. Karena menyesuaikan modal yang mereka gabung bersama. Namun untuk buruh migran Indonesia yang relatif lama kerja di luar negeri dan ingin pensiun, Sulispun menggalang konsinyasi membangun kandang peternakan ayam sistem closed house.

"Ada 17 teman yang berencana pulang dan mendirikan usaha di sini. Saya ajak konsinyasi bikin kandang ayam closed house yang prospek bisnisnya sangat bagus di Blitar. Ini Alhamdulillah sudah berdiri di daerah Gandusari dan Kademangan. Alhamdulillah kemarin sudah panen 14.000 ayam," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed