DetikNews
Rabu 13 Maret 2019, 08:53 WIB

Round-Up

Situs Kuno di Tengah Proyek Tol Masih Diteliti, Bagaimana Nasibnya Nanti?

Muhammad Aminudin - detikNews
Situs Kuno di Tengah Proyek Tol Masih Diteliti, Bagaimana Nasibnya Nanti? Penemuan situs diduga peninggalan Majapahit/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Situs Sekaran menjadi situs ketiga yang ditemukan setelah 'tertabrak' pembangunan jalan tol di Jawa Timur. Sebelumnya, situs bersejarah juga ditemukan di pembangunan jalan tol Madiun dan Pasuruan.

Selasa (12/3), PT Jasa Marga Pandaan-Malang menghentikan sementara pengerjaan tol di KM 37-700. Mereka memberikan kesempatan pada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk meneliti situs yang diyakini peninggalan Majapahit itu.

"Kami menunggu hasil kajian Balai Pelestarian Cagar Budaya soal situs tersebut. Apakah nanti harus dilestarikan keberadaannya, atau hanya sebuah tempat kuno yang tak patut dilindungi," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo kepada detikcom.

Tim arkeolog BPCB mulai ekskavasi dan akan melakukan penelitian hingga lima hari ke depan. Tidak lama berselang, bagian dinding dari struktur batu bata ditemukan dan mengarah ke barat daya.


"Sudah bisa kami lihat bagian dinding batu bata yang mengarah ke barat daya, jadinya kami petakan untuk penggalian ke arah itu saat ini," kata arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho kepada wartawan di lokasi penggalian.

Tidak hanya meneliti, tim arkeolog juga memberikan nama untuk situs tersebut. Situs itu diberi nama Sekaran karena lokasinya berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Atau KM 37-700 ruas tol Pandaan-Malang.

Proses ekskavasi terus berlanjut. Situs bersejarah tersebut semakin jelas keberadaannya. Menanggapi hal itu, PT Jasa Marga Pandaan-Malang menyiapkan skenario pergeseran ruas tol karena menabrak situs tersebut.

"Ada rencana menggeser ruas tol ke sisi timur. Tetapi semua menunggu hasil kajian tim purbakala mengenai situs ini," kata General Manager Teknik PT Jasa Marga Pandaan-Malang M Jajuli ditemui di lokasi.


Proyek Tol Pandaan-Malang bukan pembangunan jalur cepat pertama yang menabrak situs bersejarah. Pada 2012, situs bersejarah juga ditemukan saat penggarapan tol di wilayah Saradan, Madiun.

Pascatemuan itu, BPCB Jatim kemudian melakukan ekskavasi. Hasil koordinasi dengan Bina Marga disepakati ruas tol menggunakan fly over di lokasi situs.

Situs berikutnya ditemukan di wilayah Beji, Kabupaten Pasuruan. Di sana ditemukan situs berupa petirtaan, yang sebelumnya pernah diperbaiki saat zaman kolonial (Belanda). Penemuan situs tersebut, juga ditindaklanjuti BPCB dengan melakukan ekskavasi.

"Di sana juga disepakati untuk membangun fly over sebagai upaya melestarikan cagar budaya yang ditemukan," pungkas Wicaksono.

Lalu bagaimana nasib situs Sekaran? Apakah akan dipayungi Fly over seperti di Madiun dan Pasuruan atau ruas tol digeser seperti yang direncanakan PT Jasa Marga Pandaan-Malang?
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed