DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 15:21 WIB

3 Situs Kuno Tercatat 'Tertabrak' Proyek Tol di Jawa Timur

Muhammad Aminudin - detikNews
3 Situs Kuno Tercatat Tertabrak Proyek Tol di Jawa Timur Situs Sekaran, situs ketiga yang terlintasi jalan tol (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Proyek jalan tol yang melintasi wilayah Jawa Timur ternyata memberikan dampak terhadap peninggalan sejarah yang dilaluinya. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mencatat ada beberapa situs kuno terlintasi tol.

Yang terbaru adalah situs Sekaran yang ditemukan berada di tengah proyek tol Pandaan-Malang.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan sejak berjalannya proyek tol di wilayah Jawa Timur, setidaknya ada tiga titik peninggalan sejarah yang tertabrak atau terlintasi.

Pertama di tahun 2012, situs bersejarah ditemukan saat penggarapan tol di wilayah Saradan, Madiun.


"Di sana dulu ditemukan struktur batu bata bersama kolam kecil seperti petirtaan di wilayah Saradan, sekitar tahun 2012," ujar Wicaksono ditemui saat ekskavasi situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/3/2019).

Pascatemuan itu, lanjut dia, pihaknya kemudian melakukan ekskavasi. Hasil koordinasi dengan Bina Marga disepakati ruas tol menggunakan fly over di lokasi situs. "Kita ekskavasi, kita diskusikan dengan Bina Marga yang kemudian disepakati untuk dibangun fly over di atasnya," sambungnya.

Situs berikutnya ada di wilayah Beji, Kabupaten Pasuruan. Di sana ditemukan situs berupa petirtaan, yang sebelumnya pernah diperbaiki saat zaman kolonial (Belanda). Penemuan situs tersebut, juga ditindaklanjuti BPCB dengan melakukan ekskavasi.

"Di sana juga disepakati untuk membangun fly over sebagai upaya melestarikan cagar budaya yang ditemukan," papar Wicaksono.

Situs yang terakhir, kata Wicaksono, kembali ditemukan di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Lokasi situs ini tengah dilakukan penggarapan tol Pandaan-Malang.


"Yang terakhir yang di sini, baru ditemukan dan kami baru saja memulai ekskavasi. Menyesuaikan nama dusun, situs kami beri nama Sekaran," ujar Wicaksono.

Arkeolog BPCB Jatim belum dapat memastikan situs Sekaran berupa apa. Prakiraan mengacu pada susunan batu bata, situs tersebut merupakan petirtaan atau saluran air.

Teknik pemasangan batu bata diketahui menggunakan batu gosok. Ukuran batu bata, kata Wicaksono, jauh lebih besar dibandingkan Trowulan.

"Ini bisa jadi pra Majapahit, prakiraan kami sementara sebuah petirtaan atau saluran air, teknik pendirian menggunakan batu gosok," tuturnya.

Lima hari ekskavasi akan menentukan kajian mengungkap misteri situs Sekaran. Hasilnya akan disampaikan kepada PT Jasa Marga Pandaan-Malang selaku pengelola. "Luasnya berapa belum tahu, hasilnya nanti kita sampaikan ke Jasa Marga," tegasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed