DetikNews
Sabtu 09 Maret 2019, 16:59 WIB

Ungkap Sejarah Situs Kuno, Proyek Tol Pandaan-Malang Dihentikan

Muhammad Aminudin - detikNews
Ungkap Sejarah Situs Kuno, Proyek Tol Pandaan-Malang Dihentikan Lokasi penemuan situs dipasang police line/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim sudah meminta pengerjaan tol Pandaan-Malang di lokasi situs kuno untuk dihentikan. Area struktur batu kuno yang ditemukan sudah dipasang garis pembatas. Penghentian dilakukan untuk memudahkan arkeolog meneliti lokasi peninggalan masa lampau itu.

"Karena dalam proses penelitian untuk mengungkap sebenarnya situs ini, pengerjaan proyek di lokasi ini dihentikan sementara," terang koordinator Balai Pelestarian Budaya Jawa Timur wilayah Malang Haryoto kepada detikcom saat dikonfirmasi, Sabtu (9/3/2019).

Tim arkeolog dari BPCB dijadwalkan tiba di lokasi awal pekan depan. Mereka akan meneliti lokasi situs dan menentukan apakah perlu dilakukan ekskavasi (penggalian).

"Sebelumnya, karena cuaca hujan, arkeolog harus menghentikan penelitian, dijadwalkan lagi pekan depan," terang Haryoto.

Struktur batu bata kuno ditemukan di station (STA) 37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pengerjaan proyek tol di lokasi tersebut dilaksanakan oleh PT Karya Singhasari Abadi, salah satu sub kontraktor dari pelaksana proyek tol Pandaan-Malang.

Saat ditemui detikcom, salah satu petugas dari PT Karya Singhasari Abadi mengatakan hanya area ditemukan struktur batu bata yang dihentikan pengerjaannya untuk sementara waktu. Hal ini guna memudahkan BPCB meneliti area situs yang ditemukan.

Masih kata petugas enggan menyebutkan namanya ini. Lokasi situs diyakini peninggalan masa Majapahit, itu berada di sisi barat dari center line jalan tol yang membujur dari utara ke selatan.

"Lokasinya ada di sisi barat center line (garis tengah) jalan tol. Andai jalur dipindah sangat tidak mungkin, karena di sisi barat terdapat pemakaman umum, sementara sisi timur tol mengalir Sungai Amprong. Andaikan situs digali dan diteliti dan diputuskan jalur tol diubah," ungkap petugas itu.

Dikatakan, pengerukan menyesuaikan dari lebar jalan tol yakni 28 meter. Kedalaman pengerukan sendiri mencapai 3,8 meter. Pihaknya tak memungkiri adanya benda-benda berupa koin, guci, uang gobog ditemukan selama aktivitas proyek.

"Tetapi setiap sore banyak warga kesini, mencari dan menemukan. Kami mengerjakan di STA 37 ini, mulai Oktober kemarin," bebernya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo mengaku, jika pengerjaan tol di lokasi situs dihentikan sementara. Agus menambahkan, pihaknya tengah menunggu hasil kajian BPCB untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Dihentikan sementara, kami juga menunggu kajian balai purbakala (BPCB)," sebut Agus dikonfirmasi detikcom, Jumat (8/3).
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed